$type=carousel$cols=3

Kesenangan Dunia Tanpa Iman Hanyalah Tipuan

Maksud judul ini adalah siapa saja yang hidup di dunia ini hanya mencari kesenangan dunia semata dan melalaikan urusan akhirat, maka ia su...

Maksud judul ini adalah siapa saja yang hidup di dunia ini hanya mencari kesenangan dunia semata dan melalaikan urusan akhirat, maka ia sungguh-sungguh telah tertipu. Disangka kesenangan itu akan kekal abadi namun ternyata pada akhirnya sirna, hilang, rusak, dan tidak berarti. Sedangkan urusan akhiratnya terbengkalai tidak dikerjakan sama sekali dan penyesalan abadi kelak yang akan terjadi.

Adapun yang termasuk kepada kesenangan dunia itu seperti harta kekayaan (al-mal), kejahatan (al-jahl), dan popularitas  (asy-syuhrah) mungkin kita sering melihat atau kita sendiri yang mengalami, banting tulang untuk mengejar kesenangan dunia mencari harta dan uang sebanyak-banyaknya tidak mengenal siang dan tidak mengenal malam, kerja terus tiada hentinya di porsi pikiran dan tenaga untuk itu yang terbayang dalam pikirannya hanyalah harta dan kekayaan yang melimpah ruah sedangkan urusan akhirat seperti ibadah dan amal shaleh terabaikan sama sekali demikian juga ada yang  merengek-rengek meminta jabatan dengan cara menjilat atasan atau dengan cara suap bahkan dengan cara apa saja ia lakukan, tidak menghiraukan halal-haram yang terbayang dalam benak pikirannya adalah keindahan dan kelezatan dan penghasilan yang banyak.

Hari demi hari diisi dengan ekstra kesibukan bahkan kecapaian tidak dihiraukan biar jatuh sakit asalkan punya jabatan sedangkan urusan akhirat ditinggalkan tidak jadi perhatian sama sekali ada juga yang mengejar popularitas murahan. Ingin jadi idola orang, ingin banyak pengagung dan penggemar, ingin banyak pengikut dan murid-muridnya dan ingin jadi perhatian orang ia lakukan dengan cara yang tidak elegan bahkan dengan cara melanggar hukum dan ketentuan agama ia datang kesana dan kesini mempengaruhi orang dan menepuk dadanya seolah-olah dia orang berjasa dia merasa yang paling hebat dan ia paling pintar sedangkan urusan keakhiratan tidak dihiraukan sama sekali walaupun melaksanakan urusan keakhiratannya tetapi tujuannya kesenangan duniawi seperti uang yang banyak pujian dan sanjungan orang-orang kepadanya. Dan tidak ada keikhlasan dalam dirinya mencari kesenangan dunia tidak ada salahnya asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan tujuan niat yang baik iklas dan tidak melupakan akhirat Allah SWT memperingatkan kepada manusia agar mewaspadai kesenangan dunia ini sebagaimana dicantumkan dalam Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 20 sebagai berikut.

“Ketahuilah bahwa penghidupan yang rendah atau dunia ini hanyalah permainan kesenangan perhiasan, dan kesombongan diantara kamu dan berbanyak banyakan tentang harta dan anak…"

Kesenangan dunia yang tidak didasari oleh iman bagaikan permainan maksudnya perbuatan yang tidak ada hasilnya hanya main-main saja bagaikan kesenangan maksudnya kesenangan hawa nafsu yang melalaikan urusan akhirat, sehingga terlena dalam kesenangan yang rendah itu. Bagaikan hiasan, maksudnya hanya bagus dilihat dari luarnya saja, dan dipakainya juga hanya sementara. Tafakkur, maksudnya hanya alat untuk bermegah-megah dan menyombongkan diri. Takatsur, maksudnya hanya berlomba-lomba dalam memperbanyak harta dan keturunan. Sehingga aktivitasnya itu berkisar antara makan, kerja sebentar, main, senang-senang, tidur, beranak pinak, dan ujungnya mati. Sungguh tertipu orang yang demikian itu.

Salah seorang sahabat yang bernama Sa’id Bin Jubair memperingatkan kepada temannya yang selalu sibuk memfokuskan dirinya mengejar kesenangan dunia agar jangan melupakan urusan akhirat, dengan sebuah nasehat yang indah:

“Kesengan dunia adalah kesenangan yang menipu jika dengannya engkau jadi terbengkalai mencari kesenangan akhirat. Adapun jika dengannya mendorong engkau untuk mencari keridhoan Allah dan mencari kesenangan akhirat, maka dia tidak sebaik baiknya kesenangan dan sebaik-baiknya sarana (wasilah)”.

Oleh sebab itu, kesenangan dan kelezatan duniawi ini, baik berupa harta yang melimpah atau kedudukan dan jabatan yang tinggi, ataupun popularitas, hendaklah dihasilkan dengan cara yang halal, yang benar dan jujur. Kemudian jika itu telah didapati jadikanlah sebagai sarana untuk mencari kerihaan Allah SWT dan mencapai kesenangan akherat. Karena segala apapun yang didapatkan oleh manusia kelak akan diminta tanggungjawabnya. Akan ditanya min ayna iktasabahu wa fima anfaqohu? Dari mana dan dengan cara apa dihasilkannya, dan dimana ditasharrufkan (pergunakannya)?

Memang tidak dapat dipungkiri, karena sudah fakta, bahwa tujuan hidup manusia didunia ini adalah untuk mengejar kebahagiaan dan kesenangan, baik kesenangan didunia dan juga kesenangan diakhirat. Hal yang demikian tidak disalahkan dalam agama. Akan tetapi pada kenyataannya ada yang hanya menargetkan kesenangan dan kebahagiaan didunia saja, ini yang tertipu dan ada yang hanya mengejar kebahagiaan akhirat saja, ini yang keliru. Ada juga yang mengejar kedua-duanya, inilah yang tidak keliru dan tidak akan tertipu. Bagi seorang muslim, mu’min dan muttaqin tentu yang dikejar dan dicita-citakan adalah kedua-duanya. Ingin kebahagiaan di akherat, serta dijaga dari adzab api neraka.

Konsep kehidupan dunia yang hakiki adalah jika memiliki badan yang sehat beserta afiatnya, pasangan hidup yang shalih dan shalihat, keturunan yang baik, harta yang halal, dan ilmu yang manfaat. Kebahagiaan akhirat, jika kelak bertemu dengan Allah SWT, dalam keadaan ridha dan meridhai serta dijadikan penghuni surga. Disamping itu, terjaga dari adzab/siksa api neraka.

Untuk itu manusia harus menjadi pengikut dan pemerhati urusan akhiratnnya disamping tidak melupakan bagian urusan dunianya, dan lakukan sekarang juga dengan banyak beramal ibaah dan beramal shalih. Jangan menjadi budak dan pengikut dari kesengan duniawi semata.

Sahabat Ali menasehatkan manusia agar menjadi abna’ul akhirat denga fatwanya sbb:

وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً وَارْتَحَلَتِ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً, وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ. فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا, فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ, وَغَدًا
"Kesenangan dunia akan hilang dan tidak akan kembali, sedangkan kesenangan akhirat nanti akan datang menjemput tiap-tiap satu dari keduanya punya pengikut dan pemerhatinya. Maka jadilah “abna ‘ul akhirat” (yang memperhatikan akhirat)di samping memperhatikan dunia, dan jangan menjadi abnaud dunya (pengikut kesenangan duniawi semata). Untuk dihisab, tapi kelak pada hari kiamat adalah hari hisaban bukan waktu  untuk beramal."

Demikianlah semoga kita terhindar dari tipu daya syetan yang selalu memakai sarana tipuannya dengan kesenangan dunia, dan kita golongkan kepada abna’ul akhirat, yang segala gerak dan tindak kita serta aktivitas kita selalu dihubungkan alias tidak terlepas dari soal keakhiratan.

Penulis : Drs. H. Ahmad Daerobby, M.Ag
Published by: Basyier 

Edited by: Hakim

KOMENTAR

Kirimi saya artikel Pajagalan! Untuk langganan artikel keislaman Pajagalan.com via Feed Klik Disini, atau jika Anda ingin dikirim email tentang berita dan update artikel Pajagalan.com silakan masukkan email Anda dibawah dan ikuti petunjuk selanjutnya.
Nama

Aam Amiruddin,3,Adab Berada dalam Masjid,2,Adab Di Majelis,1,Adab Di Majlis,1,Adab di Masjid,2,Adab Islami,9,Adab Menuntut Ilmu,2,Adab Penuntut Ilmu,1,Adab Terhadap Allah,1,Adab Terhadap Allah Azza wa Jalla,1,Adab Terhadap Ayah Bunda,1,Adab Terhadap Ibu Bapak,1,Adab Terhadap Orang Tua,1,Akhlak Islami,1,Aliran Sesat,1,Amin Saefullah Muchtar,2,Android,1,apakah hormat bendera haram,1,Aplikasi,1,Aqidah,1,Artikel,44,Artikel Adab,1,artikel fikih,2,artikel fiqh,2,artikel Islam,23,Artikel Kiriman,46,Artikel Ramadhan,9,Artikel Siyasah,2,artikel tahajud,1,Artis Jadi Nabi,1,Artis Nabi,1,Artis Teladan,1,Awal Ramadhan,2,Baiti Jannati,10,Berita,31,Berita Persatuan Islam,2,Biografi,9,Buku,19,Bulughul Maram,1,Cerita Renungan,9,Dari Redaksi,5,Dewan Hisbah,10,Dewan Hisbah PP Persis,11,Diary Islami,1,Download,12,Download MP3 Alquran,2,Dunia Islam,6,Ekonomi dan Bisnis,4,Essay,1,Fatwa Dewan Hisbah,11,Fatwa Dewan Hisbah Persatuan Islam,10,Fatwa Dewan Hisbah Persis,10,Featured,6,Film Umar bin Khattab,32,Fiqh Ibadah,10,Hadits,2,hukum bendera negara,1,hukum mengangkat tangan hormat bendera,1,hukum menghormat pada bendera,1,Ibadah,4,Ibadah dan Muamalah,5,Iedul Fitri,2,Informasi,1,Internasional,13,Istifta,31,Istiqro',6,Jadwal Puasa,1,Jadwal Shaum,1,Jihad PP Persis,13,Kajian,28,Kajian Ramadhan,8,Kesehatan,1,Khazanah,1,Khutbah,19,Kisah Adam menurut alquran,1,Kisah dalam Alquran,2,Kisah Hud menurut alquran,1,Kisah Idris menurut alquran,1,Kisah Ishaq menurut alquran,1,Kisah Ismail menurut alquran,1,Kisah Lengkap Nabi Adam,1,Kisah Lengkap Nabi Hud,1,Kisah Lengkap Nabi Idris,1,Kisah Lengkap Nabi Ishaq,1,Kisah Lengkap Nabi Ismail,1,Kisah Lengkap Nabi Luth,1,Kisah Lengkap Nabi Nuh,1,Kisah Lengkap Nabi Shalih,1,Kisah Luth menurut alquran,1,Kisah Nabi,8,Kisah Nuh menurut alquran,1,Kisah Shalih menurut alquran,1,Kitab,1,Kolom Hikmah,7,Kolom Motivasi,8,Kristologi,1,kumpulan fatwa dewan hisbah persis,10,Kurban,2,MBC,1,MPI,2,Musik Islami,7,Muslimah,6,Nabi Adam,1,Nabi Adam dalam Alquran,1,Nabi Hud,1,Nabi Hud dalam Alquran,1,Nabi Idris,1,Nabi Idris dalam Alquran,1,Nabi Ishaq,1,Nabi Ishaq dalam Alquran,1,Nabi Ismail,1,Nabi Ismail dalam Alquran,1,Nabi Luth,1,Nabi Luth dalam Alquran,1,Nabi Nuh,1,Nabi Nuh dalam Alquran,1,Nabi Shalih,1,Nabi Shalih dalam Alquran,1,Nasional,11,Oase Iman,38,Penerbit Jabal,4,Pengajian Ahad Viaduct,13,Pengajian Pajagalan,2,pentingnya sholat dhuha,2,Percikan Iman,2,Persatuan Islam,5,Politik,1,Politik Islam,2,Profil,1,qiaymul lail,1,Quran dan Hadits,12,Qurban,1,Redaksi,4,Resensi Buku,2,RG-UG,1,Ringkasan Khutbah,7,Ringkasan Khutbah Jum'at,15,Sejarah Islam,5,shalat malam,1,shalat tahajud,1,Shiddiq Amien,13,sholat dhuha,1,Sholat Rawatib,1,Sholat Sunnat,1,Shop,19,Sigabah.com,4,Siyasah,2,Suara Santri,1,Surat Edaran PP Persis,2,Sya'ban,1,Syaaban,1,Syiah Bukan Islam,7,Tanya Jawab Bersama Ust Aam,11,tanya jawab islam,12,Tanya Jawab Seputar Bulan Ramadhan,9,Tazkiyatun Nafs,7,The Epic Series Omar,27,Tibbun Nabawi,1,Tsaqofah,2,Umar bin Khattab Series,5,Video,55,
ltr
item
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan: Kesenangan Dunia Tanpa Iman Hanyalah Tipuan
Kesenangan Dunia Tanpa Iman Hanyalah Tipuan
http://1.bp.blogspot.com/-Y4Nz_2TBR4E/UMvkQqnVHMI/AAAAAAAAGXE/Nybe7f7whuM/s1600/pemandangan-alam-terindah-di-indonesia-dan-dunia.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-Y4Nz_2TBR4E/UMvkQqnVHMI/AAAAAAAAGXE/Nybe7f7whuM/s72-c/pemandangan-alam-terindah-di-indonesia-dan-dunia.jpg
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan
http://www.pajagalan.com/2012/12/kesenangan-dunia-tanpa-iman-hanyalah.html
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/2012/12/kesenangan-dunia-tanpa-iman-hanyalah.html
true
4605599093145502030
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selanjutnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home Halaman Artikel Lihat Semuanya REKOMENDASI UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang Anda cari Kembali Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Maintenance by Hakimtea | Blogger Bandung