Update Teranyar...

Bagaimana Hukum Mengikuti BPJS?

Published By Pajagalan.com on Sunday, February 02, 2014 | 6:04 PM

Bagaimana Hukum Mengikuti BPJS?*
Pak ustadz, mohon penjelasan mengenai BPJS yang sekarang sedang diprogramkan Pemerintah. Bagaimana hukumnya? 
08782223XXX, 08579574XXX

Bagaimana Hukum Mengikuti BPJS

Bagaimana Hukum Mengikuti BPJS
ilustrasi gambar diambil dari setkab.go.id

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan pengalihan sistem dari Askes (Asuransi Kesehatan) dan Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) yang semula dikelola oleh BUMN menjadi oleh masyarakat. Sistem kerjanya sama saja, asuransi. Hukum asuransi itu sendiri haram karena mengandung Gharar (ketidakpastian/penipuan), Maisir (gambling/perjudian), Zhulm (penzhaliman) dan Riba.

Asuransi Mengandung Gharar (Ketidakpastian/Penipuan)
Asuransi mengandung gharar (ketidakpastian/penipuan) karena menjamin sesuatu yang tidak pasti, seperti kesehatan, kecelakaan kerja dan kematian yang tidak bisa dipastikan kapan terjadinya. Sementara itu iuaran bulanan tetap masuk, padahal dalam akadnya untuk menjamin hal-hal yang tidak pasti tersebut. Ketika yang tidak pasti tidak kunjung datang, sementara iuran tetap berlangsung, berarti gharar, bahkan zhulm (penzhaliman). Ini sama saja dengan jual beli sesuatu yang tidak pasti dan diharamkan Islam, seperti membeli ikan yang masih ada di kolam atau buah-buahan yang belum masak dab belum jelas berapa banyaknya. Akad dalam asuransi persis sama dengan jual beli gharar yang haram ini.

Asuransi Mengandung Maisir (Gambling/Perjudian)
Asuransi mengandung maisir (gambling.perjudian) karena dari uang iuran yang baru masuk setahun misalnya 300.000,- lalu meninggal dan mendapatkan jaminan kematian sebesar 5.000.000,- Uang yang 4.700.000,- tersebut diambil oleh BPJS dari uang anggota lainnya bukan sebagai hibah/shadaqah, karena anggota lain tidak berniat menshodaqohkan hartanya ketika mengikuti BPJS, tetapi perjanjian untung-untungan dan ini termasuk maisir (gambling/perjudian)

Asuransi BISA tidak haram jika:
  1. Akad awalnya ta'awun (saling menolong), takaful (saling menjamin) dan ia membayar iuran dengan niat shadaqoh.
  2. Uang iuran/premi anggota tidak disimpan di lembaga ribawi/diinvestasikan pada bidang-bidag usaha haram. 
Dalam BPJS, dua hal tersebut belum ada, jadi tidak bisa dikatakan halal.

Islam ini gampang menyatakan haram ya, lalu apa solusi yang ditawarkan Islam?
Islam sebenarnya sudah menyediakan sistem jaminan sosial yang lebih AMPUH, yakni zakat, infaq dan shadaqoh. Jadi jika umat Islam ingin mendapatkan jaminan sosial, ditingkatkan saja kualitas zakat, infaq dan shadaqohnya, baik aspek pengelolaannya ataupun pendayagunaannya. Sebab terbukti lembaga-lembaga zakat yang ada di Indonesia lebih signifikan dalam membantu masyarakat daripada BPJS/Askes?jamsostek.

Bagaimana Jika Darurat?
Rumus darurat jangan terlalu mudah diberlakukan dalam kasus jaminan sosial ini, sebab lembaga-lembaga zakat masih ada, dan proses jaminan sosialnya pun jelas-jelas halal.

Bagaimana Hukum Mengikuti BPJS

*) Dipublikasikan oleh Istifta Buletin At-Taubah, At-Taubah Institute. Edisi: 18/Th.2/31 Januari 2014, Pemred Ustadz Nashruddin Syarief.

Iedul Adha 1434 H jatuh pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013 M

Published By Pajagalan.com on Sunday, October 06, 2013 | 2:22 PM

Pimpinan Pusat Persatuan Islam berdasarkan Musyawarah Lengkap yang dilaksanakan pada hari Ahad 6 Oktober 2013 M, memutuskan hal-hal sebagai berikut:
  1. Pimpinan Pusat Persis dalam menentukan awal bulan Dzulhijjah 1434 H berdasarkan hasil pehitungan Hisab dan Rukyat.
  2. Persatuan Islam telah menentukan metode yang digunakan adalah Imkanur Rukyat, dengan Kriteria beda tinggi bulan-matahari minimal 4 derajat dan jarak busur bulan-matahari (elongasi) minimal 6,4 derajat
  3. Terdapat 3 (tiga) orang yang memenuhi syarat secara syar’i yang melihat hilal dan kesaksiannya dinyatakan sah.
  4. Didapatkan bukti bahwa citra visual hilal dibawah kriteria diatas dapat terlihat.
  5. Berdasarkan alasan tersebut di atas Pimpinan Pusat Persis menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1434 H jatuh pada hari Ahad 6 Oktober 2013 M, dengan demikian Iedul Adha 1434 H jatuh pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013 M.
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh anggota dan jajaran jam’iyyah serta kaum Muslimin pada umumnya.

الله يأخذ بأيدينا إلى ما فيه خير للإسلام والمسلمين
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ketua Umum, Sekretaris Umum,

Prof.Dr.KH.M. Abdurrahman, MA Dr.H. Irfan Safrudin, M.Ag
NIAT : 01.01.07070.003 NIAT01.01.24110.108

Disampaikan dan ditembuskan kepada:
1. Yth. Seluruh Jajaran Jam'iyyah Persatuan Islam (PERSIS)
2. Arsip

Pemaknaan Hadits “DIBUKA PINTU SURGA”

Published By Pajagalan.com on Thursday, July 11, 2013 | 11:32 PM

Keterangan tentang pintu surga dibuka pada bulan Ramadhan kita peroleh dari beberapa hadis sebagai sebagai berikut:

Pertama, dengan kalimat Futtihat Abwaab al-Jannah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ ، وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Pada malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadlan’." HR. At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, III:67, No. 682; An-Nasai, Sunan An-Nasai, IV:126, No. 2097; Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, I:526, No. 1642; Malik, al-Muwatha, I:311, No. 684; al-Baihaqi, As-Sunan al-Kubra, IV:304, No. 8284; Ad-Darimi, Sunan Ad-Darimi, II:42, No. 1775; Ibnu Hiban, Shahih Ibnu Hiban, VIII:222, No. 3435; Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Khuzaimah, III:188, No. 1882; Al-Hakim, al-Mustadrak ‘Ala ash-Shahihain, I:582, No. 1532; Ath-Thabrani, al-Mu’jam al-Kabir, XVII:133, No. 326, Al-Mu’jam al-Awsath, II:157, No. 1563.

Hadis di atas diriwayakan pula dengan sedikit perbedaan redaksi, sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا حَضَرَ رَمَضَانُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Ketika datang bulan Ramadhan Rasulullah saw. bersabda, ‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, padanya Allah mewajibkan kalian shaum, padanya pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan." HR. Ahmad, Musnad Ahmad, II:425, No. 9493; Ibnu Abu Syaibah, al-Mushannaf, II:270, No. 8867; Abd bin Humaid, Musnad Abd bin Humaid, I:418, No. 1429; Ishaq bin Rahawaih, Musnad Ishaq bin Rahawaih, I:73, No. 1

Kedua, dengan kalimat “Futihat abwaab ar-Rahmah”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Apabila datang bulan Ramadhan pintu-pintu rahmat akan dibuka , pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu’.” HR. Muslim, Shahih Muslim, II:758, No. 1079; Ahmad, Musnad Ahmad, II:281, No. 7767, II:401, No. 9193; An-Nasai, as-Sunan al-Kubra, II:65, No. 2409, II:66, No. 2413, Sunan an-Nasai, IV:127, No. 2100; Abdurrazaq, al-Mushannaf, IV:176, No. 7384; Abd bin Humaid, Musnad Abd bin Humaid, I:420, No. 1439

Ketiga, dengan kalimat Futihat abwaab As-Samaa’i

عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

Dari Ibnu Syihab, ia berkata, “Ibnu Abu Anas mawla at-Taymiyyiin telah mengabarkan kepada saya, bahwa bapaknya menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah Ra. berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila bulan Ramadhan datang, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu jahanam ditutup dan setan-setan dibelenggu". HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II:672, No. 1800; Abu ‘Awanah, Musnad Abu ‘Awanah, IV:7, No. 2172 dengan redaksi:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Dalam riwayat ad-Darimi dengan redaksi:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبُوابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

‘Apabila bulan Ramadhan datang, pintu-pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". HR. Ad-Darimi, Sunan ad-Darimi, II:12, No. 1829

Hadis diatas diriwayatkan pula Ahmad (Musnad Ahmad, II:230, No. 7148), An-Nasai (Sunan An-Nasai, IV:129, No. 2106), al-Baihaqi, (Syu’ab al-Iman, III:301, No. 3600) dengan kalimat:

تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ

Keterangan Variasi Kalimat

قَالَ الزَّيْن بْن الْمُنَيِّرِ : ...وَأَمَّا الرِّوَايَةُ الَّتِي فِيهَا أَبْوَاب الرَّحْمَةِ وَأَبْوَاب السَّمَاءِ فَمِنْ تَصَرُّفِ الرُّوَاةِ ، وَالْأَصْلُ أَبْوَاب الْجَنَّةِ بِدَلِيل مَا يُقَابِلُهُ وَهُوَ غَلْق أَبْوَاب النَّارِ

Az-Zain bin al-Munir berkata, “…dan adapun riwayat yang menerangkan (dengan kalimat) Abwaab ar-rahmah dan Abwaab as-Samaa’ maka itu bersumber dari perubahan para rawi, dan aslinya adalah dengan kalimat Abwaab al-jannah, dengan dalil keterangan sebaliknya, yaitu ditutup pintu neraka.” (Lihat, Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, IV:114)

Kata Ibnu Bathal:

المراد من السماء الجنة بقرينة ذكر جهنم في مقابلة

“Yang dimaksud dengan kata as-samaa’ (pada riwayat itu) adalah al-jannah (surga) dengan qarinah (indikasi) penyebutan jahannam (neraka) dalam keterangan sebaliknya.” (Lihat, Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, XVI:265)

Kata al-‘Aini:

جاء في رواية أبواب الرحمة ولا تعارض في ذلك فأبواب السماء يصعد منها إلى الجنة لأنها فوق السماء وسقفها عرش الرحمن كما ثبت في ( الصحيح ) وأبواب الرحمة تطلق على أبواب الجنة لقول النبي في الحديث الصحيح احتجت الجنة والنار الحديث

“Terdapat keterangan dalam satu riwayat dengan kalimat: Abwaab ar-rahmah. Maka dalam hal itu tidak bertentangan, karena akan naik dari abwaab as-samaa’ (pintu langit) ke surga, karena surga berada di atas langit, dan atapnya Arsy ar-Rahman, sebagaimana diterangkan dalam hadis shahih. Sedangkan Abwaab ar-rahmah digunakan untuk pintu-pintu surga berdasarkan sabda Nabi dalam hadis shahih:

احْتَجَّتْ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ

“Surga dan neraka berhujjah.” (Lihat, Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, XVI:265)

Penjelasan Makna “Dibuka Pintu Surga”

Dalam memahami makna “Dibuka Pintu Surga” para ulama berbeda kecenderungan, sehingga melahirkan pendapat yang berbeda. Dalam hal ini terbagi menjadi dua pandapat:

Pertama, sebagian ulama cenderung memaknai kalimat itu secara hakiki, sesuai dengan zhahir hadis. Menurut pendapat ini, hadis itu menunjukkan bahwa ketika bulan Ramadhan pintu-pintu surga itu dibuka dalam makna yang sebenarnya.

فَقَالَ الْقَاضِي عِيَاض - رَحِمَهُ اللَّه تَعَالَى - : يَحْتَمِل أَنَّهُ عَلَى ظَاهِره وَحَقِيقَته ، وَأَنَّ تَفْتِيحَ أَبْوَاب الْجَنَّة وَتَغْلِيق أَبْوَاب جَهَنَّم وَتَصْفِيد الشَّيَاطِين عَلَامَة لِدُخُولِ الشَّهْر ، وَتَعْظِيمٌ لِحُرْمَتِهِ ، وَيَكُون التَّصْفِيد لِيَمْتَنِعُوا مِنْ إِيذَاء الْمُؤْمِنِينَ وَالتَّهْوِيش عَلَيْهِم

Maka al-Qadhi Iyadh berkata, “Hadis itu mengandung makna sesuai dengan zhahir dan hakikatnya, dan sungguh dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu jahannam dan setan-setan dibelenggu adalah tanda masuk bulan Ramadhan dan mengagungkan kehormatannya, dan dibelenggu menunjukkan bahwa mereka (setan) terhalang untuk menyakiti orang-orang mukmin dan mengganggu mereka.” (Lihat, Tanwir al-Hawalik Syarh ‘ala Muwatha’ Malik, I:295)

Kedua, sebagian ulama cenderung memaknai kalimat itu secara majazi (kiasan).

قَالَ : وَيَحْتَمِل أَنْ يَكُون الْمُرَاد الْمَجَاز ، وَيَكُون إِشَارَة إِلَى كَثْرَة الثَّوَاب وَالْعَفْو ، وَأَنَّ الشَّيَاطِين يَقِلُّ إِغْوَاؤُهُمْ وَإِيذَاؤُهُمْ فَيَصِيرُونَ كَالْمُصَفَّدِينَ ، وَيَكُون تَصْفِيدهمْ عَنْ أَشْيَاء دُون أَشْيَاء ، وَلِنَاسٍ دُون نَاسٍ ، وَيُؤَيِّد هَذِهِ الرِّوَايَة الثَّانِيَة : ( فُتِّحَتْ أَبْوَاب الرَّحْمَة ) وَجَاءَ فِي حَدِيث آخَر : ( صُفِّدَتْ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ) قَالَ الْقَاضِي : وَيَحْتَمِل أَنْ يَكُون فَتْح أَبْوَاب الْجَنَّة عِبَارَة عَمَّا يَفْتَحهُ اللَّه تَعَالَى لِعِبَادِهِ مِنْ الطَّاعَات فِي هَذَا الشَّهْر الَّتِي لَا تَقَع فِي غَيْره عُمُومًا كَالصِّيَامِ وَالْقِيَام وَفِعْل الْخَيْرَات وَالِانْكِفَاف عَنْ كَثِير مِنْ الْمُخَالَفَات ، وَهَذِهِ أَسْبَابٌ لِدُخُولِ الْجَنَّة وَأَبْوَابٌ لَهَا ،

al-Qadhi Iyadh berkata pula, “Hadis itu mengandung makna kiasan dan isyarat kepada banyak pahala dan pengampunan, dan setan-setan sedikit menggoda dan menyakiti orang-orang beriman sehingga keadaannya seperti dibelenggu, dan dibelenggu mereka itu dari beberapa perkara, sedangkan pada perkara lain tidak demikian, begitu pula dalam menggoda beberapa manusia, sedangkan pada manusialain tidak demikian. Makna ini dikuatkan oleh riwayat kedua (dengan kalimat) dibuka pintu-pintu rahmat, dan diterangkan dalam hadis lain: setan-setan durhaka dibelenggu. al-Qadhi Iyadh berkata pula, “Dibuka pintu-pintu surga dapat dimaknai pula sebagai ungkapan tentang sesuatu yang dibukakan oleh bagi hamba-hamba-Nya, yaitu berupa berbagai ketaatan secara umum, pada bulan ini yang tidak didapati pada bulan lain, seperti shaum, qiyam Ramadhan, perbuatan berbagai kebaikan dan meninggalkan berbagai perbuatan yang menyimpang. Dan berbagai ketaatan ini menjadi sebab masuknya surga dan menjadi pintu menuju surga.” (Lihat, Shahih Muslim Syarh An-Nawawi, IV:46)

Pemaknaan Hadits “DIBUKA PINTU SURGA”
Oleh: Amin Saefullah Muchtar
Ngaji Online bersama Ustadz Amin Muchtar
di https://www.facebook.com/pages/Amin-Saefullah-Muchtar/116613611704734 

Cara Mudah Menghafal Alquran

Published By Pajagalan.com on Monday, July 08, 2013 | 6:38 PM

Menjelang bulan Ramadhan ini salah satu kegiatan selain tilawah tentu saja menghafal alquran sesuai dengan kemampuan kita. Lantas bagaimana cara mudah menghafal alquran atau cara praktis menghafal alquran agar alquran yang kita hafal dapat melekat di memori otak kita? Berikut Pajagalan.com menyalin dari Islamhouse.com bagaimana metode menghafal alquran yang praktis dan mudah.

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:

Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:
  1. Bacalah ayat pertama 20 kali
  2. Bacalah ayat kedua 20 kali
  3. Bacalah ayat ketiga 20 kali
  4. Bacalah ayat keempat 20 kali
  5. Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.
  6. Bacalah ayat kelima 20 kali
  7. Bacalah ayat keenam 20 kali
  8. Bacalah ayat ketujuh 20 kali
  9. Bacalah ayat  kedelapan 20 kali
  10. Kemudian membaca  ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.
  11. Bacalah ayat  ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?
Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.

Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.
Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?
Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran  setiap dua minggu sekali.

Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun,  jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: “kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat,  dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)”. (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
  • Hari pertama: membaca surat “al fatihah” hingga akhir surat “an-nisa”,
  • Hari kedua: dari surat “al maidah” hingga akhir surat “at-taubah”,
  • Hari ketiga: dari surat “yunus” hingga akhir surat “an-nahl”,
  • Hari keempat: dari surat “al isra” hingga akhir surat “al furqan”,
  • Hari kelima: dari surat “asy syu’ara” hingga akhir surat “yaasin”,
  • Hari keenam: dari surat “ash-shafat” hingga akhir surat “al hujurat”,
  • Hari ketujuh: dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-naas”.
Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: ” Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) “, dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:
  • huruf “fa” symbol dari surat “al fatihah”, sebagai awal wirid beliau hari pertama,
  • huruf “mim” symbol dari surat “al maidah”, sebagai awal wirid beliau hari kedua,
  • huruf “ya” symbol dari surat “yunus”, sebagai wirid beliau hari ketiga,
  • huruf “ba” symbol dari surat “bani israil (nama lain dari surat al isra)”, sebagai wirid beliau hari keempat,
  • huruf “syin” symbol dari surat “asy syu’ara”, sebagai awal wirid beliau hari kelima,
  • huruf “wau” symbol dari surat “wa shafaat”, sebagai awal wirid beliau hari keenam,
  • huruf “qaaf” symbol dari surat “qaaf”, sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat “an-nas”.
Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan  cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
  1. Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.
  2. Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.
  3. Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.
  4. Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.
  5. Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa “tajmi’” (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang  sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal ‘alamin.
Silakan download artikel ini dalam format:

Download MP3 Alquran AbdulBaset AbdulSamad [Mujawwad]

Download MP3 Alquran
Download MP3 Alquran AbdulBaset AbdulSamad [Mujawwad]. Bersumber dari QuranicAudio.com yang merupakan koleksi terbesar dan berkualitas akan pembacaan ayat suci Alquran di internet. Website ini dikhususkan untuk Mp3 Alquran yang dapat didownload dan digunakan untuk penggunaan pribadi secara gratis. File MP3 Alquran pada QuranicAudio.com berasal dari berbagai sumber. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlimpah bagi mereka dan membalasnya dengan balasan yang lebih besar dan mulia atas kemudahan yang diberikan dalam mendengarkan serta mendownload MP3 Alquran ini, amien ya Allah ya rabbal 'alamien.

Sura Number Sura Name Listen Download
1 Surat Al-Fatiha Stream( mp3 ) Download( mp3 )
2 Surat Al-Baqara Stream( mp3 ) Download( mp3 )
3 Surat Aal-E-Imran Stream( mp3 ) Download( mp3 )
4 Surat An-Nisa Stream( mp3 ) Download( mp3 )
5 Surat Al-Maeda Stream( mp3 ) Download( mp3 )
6 Surat Al-Anaam Stream( mp3 ) Download( mp3 )
7 Surat Al-Araf Stream( mp3 ) Download( mp3 )
8 Surat Al-Anfal Stream( mp3 ) Download( mp3 )
9 Surat At-Tawba Stream( mp3 ) Download( mp3 )
10 Surat Yunus Stream( mp3 ) Download( mp3 )
11 Surat Hud Stream( mp3 ) Download( mp3 )
12 Surat Yusuf Stream( mp3 ) Download( mp3 )
13 Surat Ar-Rad Stream( mp3 ) Download( mp3 )
14 Surat Ibrahim Stream( mp3 ) Download( mp3 )
15 Surat Al-Hijr Stream( mp3 ) Download( mp3 )
16 Surat An-Nahl Stream( mp3 ) Download( mp3 )
17 Surat Al-Isra Stream( mp3 ) Download( mp3 )
18 Surat Al-Kahf Stream( mp3 ) Download( mp3 )
19 Surat Maryam Stream( mp3 ) Download( mp3 )
20 Surat Ta-Ha Stream( mp3 ) Download( mp3 )
21 Surat Al-Anbiya Stream( mp3 ) Download( mp3 )
22 Surat Al-Hajj Stream( mp3 ) Download( mp3 )
23 Surat Al-Mumenoon Stream( mp3 ) Download( mp3 )
24 Surat An-Noor Stream( mp3 ) Download( mp3 )
25 Surat Al-Furqan Stream( mp3 ) Download( mp3 )
26 Surat Ash-Shuara Stream( mp3 ) Download( mp3 )
27 Surat An-Naml Stream( mp3 ) Download( mp3 )
28 Surat Al-Qasas Stream( mp3 ) Download( mp3 )
29 Surat Al-Ankaboot Stream( mp3 ) Download( mp3 )
30 Surat Ar-Room Stream( mp3 ) Download( mp3 )
31 Surat Luqman Stream( mp3 ) Download( mp3 )
32 Surat As-Sajda Stream( mp3 ) Download( mp3 )
33 Surat Al-Ahzab Stream( mp3 ) Download( mp3 )
34 Surat Saba Stream( mp3 ) Download( mp3 )
35 Surat Fatir Stream( mp3 ) Download( mp3 )
36 Surat Ya-Seen Stream( mp3 ) Download( mp3 )
37 Surat As-Saaffat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
38 Surat Sad Stream( mp3 ) Download( mp3 )
39 Surat Az-Zumar Stream( mp3 ) Download( mp3 )
40 Surat Ghafir Stream( mp3 ) Download( mp3 )
41 Surat Fussilat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
42 Surat Ash-Shura Stream( mp3 ) Download( mp3 )
43 Surat Az-Zukhruf Stream( mp3 ) Download( mp3 )
44 Surat Ad-Dukhan Stream( mp3 ) Download( mp3 )
45 Surat Al-Jathiya Stream( mp3 ) Download( mp3 )
46 Surat Al-Ahqaf Stream( mp3 ) Download( mp3 )
47 Surat Muhammad Stream( mp3 ) Download( mp3 )
48 Surat Al-Fath Stream( mp3 ) Download( mp3 )
49 Surat Al-Hujraat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
50 Surat Qaf Stream( mp3 ) Download( mp3 )
51 Surat Adh-Dhariyat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
52 Surat At-Tur Stream( mp3 ) Download( mp3 )
53 Surat An-Najm Stream( mp3 ) Download( mp3 )
54 Surat Al-Qamar Stream( mp3 ) Download( mp3 )
55 Surat Ar-Rahman Stream( mp3 ) Download( mp3 )
56 Surat Al-Waqia Stream( mp3 ) Download( mp3 )
57 Surat Al-Hadid Stream( mp3 ) Download( mp3 )
58 Surat Al-Mujadila Stream( mp3 ) Download( mp3 )
59 Surat Al-Hashr Stream( mp3 ) Download( mp3 )
60 Surat Al-Mumtahina Stream( mp3 ) Download( mp3 )
61 Surat As-Saff Stream( mp3 ) Download( mp3 )
62 Surat Al-Jumua Stream( mp3 ) Download( mp3 )
63 Surat Al-Munafiqoon Stream( mp3 ) Download( mp3 )
64 Surat At-Taghabun Stream( mp3 ) Download( mp3 )
65 Surat At-Talaq Stream( mp3 ) Download( mp3 )
66 Surat At-Tahrim Stream( mp3 ) Download( mp3 )
67 Surat Al-Mulk Stream( mp3 ) Download( mp3 )
68 Surat Al-Qalam Stream( mp3 ) Download( mp3 )
69 Surat Al-Haaqqa Stream( mp3 ) Download( mp3 )
70 Surat Al-Maarij Stream( mp3 ) Download( mp3 )
71 Surat Nooh Stream( mp3 ) Download( mp3 )
72 Surat Al-Jinn Stream( mp3 ) Download( mp3 )
73 Surat Al-Muzzammil Stream( mp3 ) Download( mp3 )
74 Surat Al-Muddaththir Stream( mp3 ) Download( mp3 )
75 Surat Al-Qiyama Stream( mp3 ) Download( mp3 )
76 Surat Al-Insan Stream( mp3 ) Download( mp3 )
77 Surat Al-Mursalat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
78 Surat An-Naba Stream( mp3 ) Download( mp3 )
79 Surat An-Naziat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
80 Surat Abasa Stream( mp3 ) Download( mp3 )
81 Surat At-Takwir Stream( mp3 ) Download( mp3 )
82 Surat Al-Infitar Stream( mp3 ) Download( mp3 )
83 Surat Al-Mutaffifin Stream( mp3 ) Download( mp3 )
84 Surat Al-Inshiqaq Stream( mp3 ) Download( mp3 )
85 Surat Al-Burooj Stream( mp3 ) Download( mp3 )
86 Surat At-Tariq Stream( mp3 ) Download( mp3 )
87 Surat Al-Ala Stream( mp3 ) Download( mp3 )
88 Surat Al-Ghashiya Stream( mp3 ) Download( mp3 )
89 Surat Al-Fajr Stream( mp3 ) Download( mp3 )
90 Surat Al-Balad Stream( mp3 ) Download( mp3 )
91 Surat Ash-Shams Stream( mp3 ) Download( mp3 )
92 Surat Al-Lail Stream( mp3 ) Download( mp3 )
93 Surat Ad-Dhuha Stream( mp3 ) Download( mp3 )
94 Surat Al-Inshirah Stream( mp3 ) Download( mp3 )
95 Surat At-Tin Stream( mp3 ) Download( mp3 )
96 Surat Al-Alaq Stream( mp3 ) Download( mp3 )
97 Surat Al-Qadr Stream( mp3 ) Download( mp3 )
98 Surat Al-Bayyina Stream( mp3 ) Download( mp3 )
99 Surat Az-Zalzala Stream( mp3 ) Download( mp3 )
100 Surat Al-Adiyat Stream( mp3 ) Download( mp3 )
101 Surat Al-Qaria Stream( mp3 ) Download( mp3 )
102 Surat At-Takathur Stream( mp3 ) Download( mp3 )
103 Surat Al-Asr Stream( mp3 ) Download( mp3 )
104 Surat Al-Humaza Stream( mp3 ) Download( mp3 )
105 Surat Al-Fil Stream( mp3 ) Download( mp3 )
106 Surat Quraish Stream( mp3 ) Download( mp3 )
107 Surat Al-Maun Stream( mp3 ) Download( mp3 )
108 Surat Al-Kauther Stream( mp3 ) Download( mp3 )
109 Surat Al-Kafiroon Stream( mp3 ) Download( mp3 )
110 Surat An-Nasr Stream( mp3 ) Download( mp3 )
111 Surat Al-Masadd Stream( mp3 ) Download( mp3 )
112 Surat Al-Ikhlas Stream( mp3 ) Download( mp3 )
113 Surat Al-Falaq Stream( mp3 ) Download( mp3 )
114 Surat An-Nas Stream( mp3 ) Download( mp3 )

Sumber: Quranicaudio.com

 
Copyright © 2007-2012. Pajagalan.com - All Rights Reserved - Privacy.
Jl. Pajagalan No.14-16 (Cibadak - Astanaanyar) Bandung - Indonesia 40241
Design Mas Template Adaptation by Hakimtea
Powered by Blogger