Update Teranyar...

Foto pemakaman Khomeini, Allah hinakan jenazah imam besar Syiah ini

Published By Pajagalan.com on Monday, November 24, 2014 | 12:32 AM

Sewaktu hidupnya Khomeini pernah berfatwa: “Barangsiapa yang meninggal lalu jenazahnya jatuh dari keranda jenazah, maka dia termasuk dari penduduk neraka.” 
Dan dalam fatwanya yang lain Khomeini mengatakan; “Salah satu dari tanda-tanda su’ul khatimah adalah jatuh dari keranda jenazah saat akan dikuburkan.”
Dan ketika Khomeini mati, saat dia akan dikuburkan, ia tiga kali jatuh dari keranda dan auratnya terbuka.

Foto disamping ini menunjukkan peristiwa penguburan Khomeini tanggal 3 Juni 1989. Tampak di sana bahwa kafan dari mayat khomeini tercabik-cabik oleh para fans beratnya dan peti matinya hampir terjatuh ke tanah.

Ditinjau dari berbagai macam sisi, foto di atas jelas keasliannya, tidak ada rekayasa. Mata orang yang cukup terlatih dengan photo editing tentu bisa melihat keaslian foto tersebut. Tetapi, tetap saja ada golongan tertentu yang sama sekali tidak mempercayai keaslian foto itu. Mereka, dengan berbagai macam dalih, berusaha membantah dan menafikkan peristiwa dan foto di atas. Mereka menuduh ada pihak-pihak tertentu yang sengaja merekayasa foto di atas untuk mendiskreditkan Khomeini.

Benarkah foto di atas palsu ?

Sebetulnya sudah banyak data dan artikel dari berbagai macam sumber yang menceritakan kekacauan peristiwa pemakaman Khomeini. Kekacauan peristiwa itu persis tergambar seperti foto di atas.

1. Dari Wikipedia. sumber yang relatif netral yaitu link http://en.wikipedia.org/wiki/Ruhollah_Khomeini

Pada bagian “Death and Funeral” tertulis : “3.5 million people attended his funeral.[154] Iranian officials aborted Khomeini’s first funeral, after a large crowd stormed the funeral procession, nearly destroying Khomeini’s wooden coffin in order to get a last glimpse of his body. At one point, Khomeini’s body almost fell to the ground, as the crowd attempted to grab pieces of the death shroud. The second funeral was held under much tighter security.”

Yang terjemahannya kurang lebih : “3,5 juta orang menghadiri pemakamannya. Pemerintah Iran membatalkan pemakaman pertama Khomeini, setelah segerombol besar orang menyerbu prosesi pemakaman, hampir menghancurkan peti mati kayunya agar bisa mengambil pandangan sekilas pada mayatnya. Pada satu saat, mayat Khomeini hampir terjatuh ke tanah, selagi gerombolan tersebut berusaha merenggut potongan kafannya. Penguburan kedua dilakukan di bawah pengamanan yang lebih ketat”

Seharusnya artikel tadi sudah cukup menggambarkan peristiwa kekacauan pemakaman Khomeini. Artinya, kejadian di foto tersebut adalah benar adanya.

Akan tetapi, untuk lebih “memuaskan” golongan pemuja Khomeini, baiklah kita lihat artikel dari sumber yang lebih “kredibel” di mata orang syiah.

2. Berikut ini web dari Prof Ansarian, http://www.erfan.ir/article/article.php?id=16173. Dia adalah seorang ulama Syiah yang cukup ternama. Artinya, seharusnya umat Syiah akan melihat bahwa artikel-artikel di webnya akan cukup kredibel.

Pada artikel di web tersebut, yang berjudul “Imam Khomeini…The Man who probated the will of Prophets”, di paragraf ke-2 dari terakhir tertulis : “After eleven days in a hospital for an operation to stop internal bleeding, Imam Khomeini died of cancer on Saturday, June 3, 1989, at the age of 89. Millions of Iranians poured out into the cities and streets to mourn the death of the Ayatollah. Iranian officials aborted Khomeini’s first funeral, after a large crowd stormed the procession, nearly destroying the Imam’s wooden coffin in order to get a last glimpse of his body. At one point, Imam Khomeini’s body actually almost fell to the ground, as the crowd attempted to grab pieces of the death shroud. The second funeral was held under much tighter security. Imam Khomeini’s casket was made of steel, and heavily armed security personnel surrounded it. In accordance with Islamic tradition, the casket was only to carry the body to the burial site. Imam Khomeini’s funeral was the largest in history, with more than 12 million people attending the procession.”

Di paragraf tersebut juga diceritakan peristiwa yang sama dengan artikel wikipedia di mana segerombolan besar orang menyerbu peti mati Khomeini, mencabik-cabik kafannya, dan peti matinya hampir saja terjatuh ke tanah. Diceritakan juga tentang prosesi pemakaman ke-2 di mana kali itu mayat Khomeini ditempatkan di keranda besi yang kuat dan di bawah pengamanan yang lebih ketat.

Agaknya, dua artikel tersebut sudah cukup untuk membuktikan bahwa foto yang kontroversial tersebut adalah asli. Sehingga dapatlah disimpulkan bahwa pada prosesi pemakaman Khomeini yang pertama memang terjadi kekacauan, massa menyerbu mayat Khomeini, mencabik-cabik kafannya, dan hampir membuat peti matinya jatuh ke tanah.

Perlu ditambahkan, sewaktu hidupnya Khomeini pernah berfatwa: “Barangsiapa yang meninggal lalu jenazahnya jatuh dari keranda jenazah, maka dia termasuk dari penduduk neraka.”

Dan dalam fatwanya yang lain Khomeini mengatakan; “Salah satu dari tanda-tanda su’ul khatimah adalah jatuh dari keranda jenazah saat akan dikuburkan.”

Dan ketika Khomeini mati, saat dia akan dikuburkan, ia tiga kali jatuh dari keranda dan auratnya terbuka.

Peti matinya pun terbuka, serta kafan yang menutupi auratnya ikut terbuka hingga ia terlihat telanjang, seperti terlihat dalam foto.

Allah Ta’ala hinakan jenazah Khomeini di dunia. Allah hinakan jenazah orang yang menghina umahatul mukminin Aisyah radhiyallohu anha, mulut kotor Khomeini pernah menyebut Aisyah lebih najis dari anjing dan babi. Na’udzubillah min dzalik. (azmuttaqin/dbs/arrahmah.com/pajagalan.com)

Ceramah Ulama Syi'ah di Istiqlal, Membahayakan Umat dan NKRI

Ceramah Ulama Syi'ah di Istiqlal, Membahayakan Umat dan NKRI
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Dr. Ali Musthofa Ya’qub M.A. mengatakan ceramah ulama (baca:pendeta) Syiah di Masjid Istiqlal yang kini melahirkan keresahan kaum Muslimin Ahlus Sunnah sudah masuk dalam kategori membahayakan NKRI. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

“Memang benar, ada ulama Syi’ah dari Iran yang memberikan ceramah di masjid Istiqlal hari Jum’at Kemarin. Cuma yang mempunyai wewenang untuk memberikan izin itu bukan saya tetapi Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal di bawah pengawasan Kementerian Agama,” kata Kiai Musthofa saat dimintai konfirmasi oleh hidayatullah.com, Sabtu (22/11/2014).

Menurutnya, ceramah salah satu pendeta Syi’ah asal Iran di Masjid Istiqlal hari Jum’at (21/11/2014) lalu telah membuat keresahan kalangan umat Islam, khususnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Dia membenarkan bila acara itu diadakan di Masjid Istiqlal pada hari Jumat kemarin, di mana ketika itu dirinya sedang ada urusan ke Pontianak. Awalnya informasi yang dia terima ada dua tamu, satu imam Masjid Kubah (Madinah), satunya lagi dari Iraq. Rupanya setelah datang dari Pontianak dia baru faham jika yang ceramah itu justru dari Iran, bukan dari Iraq.

K.H. Musthofa mengatakan dirinya sudah berulangkali memberikan masukan kepada Badan Pengelola Pelaksana Masjid Istiqlal untuk tidak memberikan kesempatan kepada ulama Syi’ah untuk berceramah di Masjid Istiqlal karena hal itu hanya akan menimbulkan kontroversi, kecuali hanya untuk melaksanakan shalat saja.

“Silahkan memberikan izin kepada tamu dari Iran (orang-orang Syi’ah,red) untuk melaksanakan shalat di masjid Istiqlal tapi jangan sampai memberikan kesempatan berceramah karena akan membahayakan umat Islam,” tegasnya mengulang nasehatnya yang diberikan kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta.

Apalagi menurut Kiai sudah jelas bahwa Syi’ah sendiri merupakan ancaman terbesar yang membahayakan umat Islam, khususnya NKRI. Jadi jangan sampai memberikan kesempatan kepada orang-orang Syiah untuk angkat bicara berceramah di masjid Istiqlal.

Hanya saja nasehatnya sering tidak diindahkan. Apalagi, kewenangan memberikan izin tamu-tamu internasional untuk berceramah di masjid Istiqlal Jakarta dipegang oleh Ketua Badan Pengelola Pelaksana Masjid Istiqlal, langsung dalam pengawasan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) RI, ujar Kiai. [azm/hidayatullah.com/arrahmah.com/pajagalan.com]

10 Tips Menjadi Muslimah produktif

Published By Pajagalan.com on Sunday, November 23, 2014 | 11:31 PM

10 Tips Menjadi Muslimah produktif

Sepuluh tips untuk menjadi seorang Muslimah produktif ini berisi tentang bagaimana cara seorang wanita muslim menjadi lebih produktif dan menjadi yang terbaik dalam menjalankan perannya untuk umat.

Berikut Pajagalan.com sajikan terjemahan tips yang in syaa Allah bermanfaat bagi kaum Muslimah yang bersumber dari Arrahmah.com dari SISTERS Magazine dan dimuat ulang oleh Saudari Lotifa Begum di Productive Muslim pada Rabu (12/4/2014) tersebut.

Ada pernyataan yang mendalam yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah yang mengatakan: ‘Wanita adalah setengah dari masyarakat yang melahirkan setengah lainnya sehingga seolah-olah mereka adalah seluruh masyarakat.’

Jika wanita membentuk hampir seluruh masyarakat, bukankah seharusnya kita berjuang untuk menjadi produktif dalam hidup ini untuk ke depannya? Namun kita tahu tidak lah mudah menjadi seorang Muslimah saat ini! Pada kenyataannya, untuk menjadi seorang saudari, ibu, istri, profesional dan lebih berarti, seorang Muslimah di era modern ini bisa mendapati dirinya berjuang untuk menjadi produktif, mencoba untuk menangani semua tugas pada daftar-yang-harus dikerjakan-yang-semakin-banyak. Bagaimanapun, di Productive Muslim kami mengedepankan memulai dengan sebuah niat yang tulus dan bekerja keras untuk mencapai tujuan akhir kita.

Jadi, “Seperti apakah seorang Muslimah Produktif ?” Saya mendengar Anda bertanya. Kami percaya Muslimah produktif adalah wanita yang menggunakan semua sumber daya di sekelilingnya dengan misi untuk menjalani hidupnya untuk menjadi bermutu, dan pada akhirnya berusaha untuk mencapai kedudukan tertinggi di Jannah. Sekali seorang Muslimah di dunia dipersenjatai dengan pedoman ini, ia bisa mencapai beberapa hal besar in syaa Allah!

Dalam artikel ini kita akan mulai menjelajahi 10 tips untuk menjadi Muslimah produktif dan kita akan melihat langkah-langkah praktis yang dapat Anda ambil untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif.

1. Milikilah niat yang tulus

Di Productive Muslim kami memiliki motto yang menyatakan: ‘Memiliki niat yang tulus dan bekerja keras’. Ini merupakan motto kehidupan seorang Muslimah produktif. Dengan diawali niat yang tulus dalam setiap tindakan kita, baik sebagai seorang pekerja profesional dengan berusaha bekerja dengan niat yang baik untuk membawa perbedaan positif atau pun sebagai istri atau ibu yang sibuk mengawasi keluarga, kita dapat memperoleh manfaat dan berkah dalam tindakan kita yang dimulai dengan niat yang tulus selalu!

2. Jadilah proaktif

Salah satu pelajaran terbaik yang pernah saya pelajari dalam hidup adalah bahwa untuk menjadi produktif, kita harus proaktif. Ini tidak berarti untuk menjadi produktif Anda harus sibuk; pada kenyataannya, orang-orang sibuk mungkin justru tidak produktif. Sebaliknya, Anda harus memfokuskan energi Anda untuk menjadi aktif di tempat-tempat yang akan membawa manfaat bagi tujuan hidup Anda secara keseluruhan, in syaa Allah. Sebagai contoh, salah satu cara saya proaktif adalah dengan menghadiri kursus pengembangan pribadi dan spiritual dan kemudian berbagi dengan orang lain melalui menulis artikel atau menyampaikannya melalui pembicaraan. Kami mendapati bahwa dalam contoh tokoh-tokoh sejarah dan kontemporer, menjadi proaktif adalah salah satu ciri-ciri Muslimah sukses.

3. Carilah pengetahuan

Sering disebutkan bahwa jika Anda mendidik seorang pria, sama dengan Anda mendidik seorang individu, tetapi jika Anda mendidik seorang wanita, sama dengan Anda mendidik sebuah bangsa, dalam artian pentingnya saudari-saudari [Muslimah] untuk terus mencari pengetahuan.

Untuk menjadi seorang Muslimah produktif, carilah program-program yang tersedia secara online melalui berbagai organisasi Islam untuk seminar offline dan kursus lokal yang akan membantu untuk mengembangkan pengetahuan Anda. Di era modern, mengakses buku-buku di Kindle dan di perpustakaan serta toko buku berarti Anda dapat membaca tentang hampir semua topik yang Anda butuhkan untuk mengembangkan pengetahuan Anda dan kemudian memberikannya pada anak Anda, keluarga dan masyarakat luas.

4. Rencanakanlah waktu Anda secara efektif

Salah satu rahasia menjadi produktif adalah bahwa Anda tidak membuang waktu! Salah satu hal pertama yang Muslimah produktif harus lakukan adalah merencanakan waktunya secara efektif. Ini termasuk penjadwalan waktu untuk belajar, bekerja, beribadah dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan jika Anda memiliki anak-anak, tetapkan waktu bagi mereka dan diri Anda sendiri sehingga Anda tidak kebingungan. Pilih dengan bijak bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda; Anda dapat menggunakan Taskinator fantastis online kami untuk membantu Anda memulainya. Salah satu perkataan yang mendalam tentang kegunaan memanfaatkan waktu dengan baik adalah perkataan salah seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah yang menyatakan: “Jika Allah menginginkan kebaikan untuk hamba-Nya, Dia menolongnya dengan waktu dan membuat waktunya sebagai penolong baginya.’

5. Refleksikan diri

Sebagai seorang Muslimah proaktif, bisa begitu sulit untuk menilai seberapa efektif Anda menggunakan waktu dan mampu memenuhi semua peran Anda. Dengan pemikiran ini, sebaiknya Anda secara teratur meluangkan waktu untuk refleksi diri, mungkin pada penghujung hari Anda bisa menjurnal apa yang berjalan dengan baik di hari Anda dan juga bersikap kritis terhadap bagaimana Anda bisa menggunakan waktu Anda dengan lebih baik untuk hari berikutnya. Hanya dengan terus-menerus merefleksi diri dan mengumpan balik kita dapat tumbuh, berkembang dan menjadi lebih produktif, in syaa Allah.

6. Fokuslah pada kualitas daripada kuantitas

Ada sebuah hadis yang sering mengingatkan saya bahwa sebagai umat Islam kita perlu berusaha untuk menyempurnakan apapun tugas atau proyek yang kita mulai; Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah menyukai ketika engkau melakukan sesuatu, engkau melakukannya dengan baik.’ [HR Muslim]. Seorang Muslimah dalam memulai aktivitas apapun, selalu mengingatkan diri sendiri bahwa kualitas lebih difokuskan daripada kuantitas. Lebih baik unggul di satu tempat, seperti menulis atau menjadi ibu yang baik, daripada melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja dengan fokus pada terlalu banyak hal. Seorang Muslimah produktif selalu berusaha untuk unggul dalam apa yang ia lakukan dan tidak puas dengan yang biasa-biasa saja.

7. Lakukan yang terbaik!

Beberapa cerita yang paling inspiratif dari istri-istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan banyak Muslimah produktif lainnya menunjukkan bahwa mereka bekerja keras untuk menjadi yang terbaik dalam peran mereka, seperti Khadijah radhiallahu anha yang merupakan seorang wanita pebisnis yang sukses. Sebagai seorang istri atau ibu, Anda dapat fokus pada mendukung suami Anda dan bahwa tindakan kecil saja bisa menjadi salah satu cara Anda menjadi seorang istri yang produktif. Memberikan yang terbaik untuk peran dan tugas yang ada di tangan membutuhkan fokus dan untuk mengeluarkan energi Anda hanya [fokus] untuk tugas yang ada di tangan Anda.

8. Manfaatkan wawasan

Hidup di era informasi dan teknologi, kita adalah generasi yang telah dilengkapi dengan banyak alat teknologi, buku, jaringan dan pengetahuan yang berguna yang dapat kita manfaatkan untuk menjadi lebih produktif dan terorganisir dalam hidup kita. Anda dapat menggunakan alat-alat online untuk membantu mengatur waktu Anda, seperti yang ada di bagian Resource kami, untuk mengembangkan pengetahuan Anda dan belajar banyak keterampilan baru secara online dengan kursus yang akan membuat Anda lebih berwawasan. Gunakan sumber daya ini untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif.

9. Berusahalah untuk bermanfaat bagi orang lain

Banyak Muslimah produktif dari sejarah hingga modern yang telah mencapai hal-hal besar karena pemahaman mereka tentang hadits yang indah ini di mana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Yang terbaik dianara kalian adalah mereka yang bermanfaat bagi umat.’ [HR Bukhari]. Selalu bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan ini: ‘Akankah tindakan saya bermanfaat bagi orang lain?’ Ini akan membantu Anda untuk memutuskan tindakan apa yang berharga dan membantu Anda mengatur inisiatif sebagai ibu, istri, profesional atau mahasiswi untuk membawa manfaat bagi orang di sekitar Anda yang juga akan menguntungkan diri Anda sendiri.

10. Bertawakallah pada Allah

Akhirnya, Muslimah produktif, di samping perjuangan dan usahanya, harus selalu sadar bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuannya hanya akan datang dari Allah yang berfirman dalam Al-Qur’an: Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman. [QS. 5:23]. Fokus pada produktivitas spiritual adalah bahan rahasia untuk menjadi sukses. Sebagai seorang muslimah, Anda harus bekerja keras, memberikan kontribusi kepada masyarakat dan merencanakan waktu Anda secara efektif dengan doa, kemudian menempatkan kepercayaan Anda pada Allah dengan selalu memohon kepada-Nya untuk menolong Anda mencapai keberhasilan tertinggi dalam kehidupan ini dan akhirat.

***

Artikel ini awalnya terbit di SISTERS Magazine, majalah internasional untuk Muslimah yang luar biasa, yang didirikan dan diedit oleh Na’ima B. Robert, penulis From My Sisters’ Lips.

Sementara Saudari Lotifa Begum merupakan Kepala Muslimah Produktif di ProductiveMuslim.com. Ia memiliki wawasan luas dalam berbagai isu terkait produktivitas dan telah memberikan workshop untuk saudari-saudari Muslimah tentang isu-isu yang berkaitan dengan manajemen waktu, pengembangan pribadi dan produktivitas.

KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 4/4)



Video KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 4/4)
Arsip "Jihad" pengajian Ahad viaduct PP persis, Ustadz KH. Shiddiq Amien, MBA (Allahu yarhamhu) berisi materi tentang "Al-Quran & Kejadian Manusia" dan Video ini merupakan bagian ke-4 dari 4 bagian. 

Informasi
Drs. KH. Shiddiq Amien, MBA
Lahir: 13 Juni 1955, Benda Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Wafat: 31 Oktober 2009 (umur 54)

KH.Shiddiq Amien bernama asli Shiddiq Aminullah merupakan seorang intelektual dan ulama ternama dalam jajaran jamiyyah Persatuan Islam (Persis). Sebagai ulama beliau mampu membawa jamiyah Persis ke level mengagumkan. Dan sebagai seorang intelektual muda, beliau mampu menyatukan tradisi keulamaan dan keintelektualan secara sinergis, dengan harmonisasi yang cukup terintegritas dalam satu wawasan berfikir yang matang.

Shiddiq Amien adalah pelanjut tokoh Persis yang mampu melanjutkan peralihan dari tradisi lama menjadi tradisi baru, dari wajah Persis yang eksklusif dan tertutup menjadi terbuka, toleran, dan adaptif terhadap segala permasalahan. Beliau mampu menjadi jembatan pemahaman antara kalangan santri dan kaum akademis.

KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 3/4)



Video KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 3/4)
Arsip "Jihad" pengajian Ahad viaduct PP persis, Ustadz KH. Shiddiq Amien, MBA (Allahu yarhamhu) berisi materi tentang "Al-Quran & Kejadian Manusia" dan Video ini merupakan bagian ke-3 dari 4 bagian. 

Informasi
Drs. KH. Shiddiq Amien, MBA
Lahir: 13 Juni 1955, Benda Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Wafat: 31 Oktober 2009 (umur 54)

KH.Shiddiq Amien bernama asli Shiddiq Aminullah merupakan seorang intelektual dan ulama ternama dalam jajaran jamiyyah Persatuan Islam (Persis). Sebagai ulama beliau mampu membawa jamiyah Persis ke level mengagumkan. Dan sebagai seorang intelektual muda, beliau mampu menyatukan tradisi keulamaan dan keintelektualan secara sinergis, dengan harmonisasi yang cukup terintegritas dalam satu wawasan berfikir yang matang.

Shiddiq Amien adalah pelanjut tokoh Persis yang mampu melanjutkan peralihan dari tradisi lama menjadi tradisi baru, dari wajah Persis yang eksklusif dan tertutup menjadi terbuka, toleran, dan adaptif terhadap segala permasalahan. Beliau mampu menjadi jembatan pemahaman antara kalangan santri dan kaum akademis.

KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 2/4)


Video KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 2/4)
Arsip "Jihad" pengajian Ahad viaduct PP persis, Ustadz KH. Shiddiq Amien, MBA (Allahu yarhamhu) berisi materi tentang "Al-Quran & Kejadian Manusia" dan Video ini merupakan bagian ke-2 dari 4 bagian. 

Informasi
Drs. KH. Shiddiq Amien, MBA
Lahir: 13 Juni 1955, Benda Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Wafat: 31 Oktober 2009 (umur 54)

KH.Shiddiq Amien bernama asli Shiddiq Aminullah merupakan seorang intelektual dan ulama ternama dalam jajaran jamiyyah Persatuan Islam (Persis). Sebagai ulama beliau mampu membawa jamiyah Persis ke level mengagumkan. Dan sebagai seorang intelektual muda, beliau mampu menyatukan tradisi keulamaan dan keintelektualan secara sinergis, dengan harmonisasi yang cukup terintegritas dalam satu wawasan berfikir yang matang.

Shiddiq Amien adalah pelanjut tokoh Persis yang mampu melanjutkan peralihan dari tradisi lama menjadi tradisi baru, dari wajah Persis yang eksklusif dan tertutup menjadi terbuka, toleran, dan adaptif terhadap segala permasalahan. Beliau mampu menjadi jembatan pemahaman antara kalangan santri dan kaum akademis.

KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 1/4)


Video KH. Shiddiq Amien, Al-Quran & Kejadian Manusia (Bag 1/4)
Arsip "Jihad" pengajian Ahad viaduct PP persis, Ustadz KH. Shiddiq Amien, MBA (Allahu yarhamhu) berisi materi tentang "Al-Quran & Kejadian Manusia" dan Video ini merupakan bagian ke-1 dari 4 bagian. 

Informasi
Drs. KH. Shiddiq Amien, MBA
Lahir: 13 Juni 1955, Benda Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Wafat: 31 Oktober 2009 (umur 54)

KH.Shiddiq Amien bernama asli Shiddiq Aminullah merupakan seorang intelektual dan ulama ternama dalam jajaran jamiyyah Persatuan Islam (Persis). Sebagai ulama beliau mampu membawa jamiyah Persis ke level mengagumkan. Dan sebagai seorang intelektual muda, beliau mampu menyatukan tradisi keulamaan dan keintelektualan secara sinergis, dengan harmonisasi yang cukup terintegritas dalam satu wawasan berfikir yang matang.

Shiddiq Amien adalah pelanjut tokoh Persis yang mampu melanjutkan peralihan dari tradisi lama menjadi tradisi baru, dari wajah Persis yang eksklusif dan tertutup menjadi terbuka, toleran, dan adaptif terhadap segala permasalahan. Beliau mampu menjadi jembatan pemahaman antara kalangan santri dan kaum akademis.

 
Copyright © 2007-2014. Pajagalan.com - All Rights Reserved - Privacy.
Jl. Pajagalan No.14-16 (Cibadak - Astanaanyar) Bandung - Indonesia 40241
Design Mas Template Adaptation by Hakimtea
Powered by Blogger