$type=carousel$cols=3

Sholat Dhuha dalam Kajian Fiqih

Pentingnya shalat Dhuha bagi umat Islam bukanlah hal yang masih diragukan dan dipertanyakan lagi. Sedemikian pentingnya sampai-sampai Allah...

Pentingnya shalat Dhuha bagi umat Islam bukanlah hal yang masih diragukan dan dipertanyakan lagi. Sedemikian pentingnya sampai-sampai Allah telah bersumpah dalam beberapa ayat Al-Quran dengan waktu dhuha, seperti dalam surat Asy-Syam.

Bahkan, di dalam Al-Quran juga terdapat sebuah surat yang bernama Adh-Dhuha. Yang perlu kita pahami adalah bahwa setiap kali Allah bersumpah atas nama sesuatu, maka pada sesuatu tersebut tentunya terdapat rahasia agung yang memiliki manfaat besar. Demikian pula ketika Allah bersumpah dengan atas nama dhuha.

Dalam sebuah doanya, Rasulullah Saw. senantiasa memohon kepada Allah, “Allahumma baarik ummatii fii bukuuriha” yang artinya adalah “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi.”

Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif pada waktu pagi (Shubuh dan Dhuha) untuk berjuang mencari rezeki yang halal akan memperoleh limpahan barakah dari Allah Swt. Bagi orang-orang yang terlena dengan tidurnya hingga lupa melaksanakan shalat Shubuh dan yang bermalas-malasan melakukan shalat Dhuha, maka mereka tidak akan mendapatkan berkah pagi dari Allah Swt.

Sementara itu, bagi orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu Subuh dan Dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, mereka akan mendapatkan berkah.

Untuk mendapatkan keberkahan tersebut, diperlukan pengetahuan yang baik berkaitan dengan ilmu dan tata cara pelaksanaan ibadah pagi sehingga membuat diri lebih termotivasi. Berikut beberapa fiqih shalat Dhuha yang perlu Anda ketahui.

Waktu Shalat Dhuha

Dalam bahasa Arab, kata dhuha diartikan forenoon, pagi hari sebelum tengah hari. Maksudnya, ketika matahari mulai tampak terlihat jelas sebelum tengah hari. Para penerjemah Al-Quran sepakat bahwa dhuha diartikan waktu “matahari sepenggalahan naik” atau pagi hari yang panas. Mengenai kata dhuha diartikan sebagai “matahari sepenggalahan naik” terdapat dalam Q.S. Adh-Dhuha [93 ]: 1 dan Al-Araf [ 7]: 98.

Waktu sepengggalahan itu kira-kira 18 derajat ketinggian waktu di ufuk timur karena waktu tersebut bersamaan hilangnya waktu karahah (makruh mengerjakan shalat). Waktu karahah yang dimaksud di sini adalah rentang waktu yang memisahkan antara selesai shalat Shubuh dengan terbitnya matahari karena haram hukumnya melakukan shalat pada saat tepat matahari terbit.

Sementara itu, waktu yang paling utama untuk menunaikan shalat Dhuha adalah ketika terik matahari makin menyengat. Agar lebih aman, shalat Dhuha sebaiknya dilaksanakan mulai dari seperempat jam setelah terbitnya matahari sampai kurang seperempat sebelum waktu Dhuhur tiba (07.00-11.00 WIB). Waktu disesuaikan dengan perbedaan arah matahari di masing-masing wilayah.

Rakaat Shalat Dhuha

Tidak ada batasan pasti mengenai jumlah rakaat shalat Dhuha. Namun demikian, shalat Dhuha sekurang-kurangnya dilakukan dalam dua rakaat. Rasulullah biasa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua, empat delapan, bahkan dua belas rakaat. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam, sebagai mana disebutkan oleh hadits berikut.

“Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, bahwasanya Rasululah pada yaumul fathi (penaklukan kota Mekkah) shalat sunat Dhuha delapan rakaat dan mengucapkan salam pada setiap rakaat.” (H.R. Abu Daud).

Begitu juga dengan hadits dari Aisyah r.a, “Rasulullah Saw. shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan menambah menurut kehendak Allah (menurut kehendaknya).” (H.R. Muslim dan Ahmad).

Dari jawaban Aisyah tersebut, diketahui bahwa Rasulullah suka menambah rakaat shalat Dhuha, namun biasanya empat rakaat. Penambahan rakaat shalat Dhuha ini tidak dijelaskan sampai berapa rakaat. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada ketentuan maksimal dalam pelaksanaan shalat Dhuha.

Lakukan dengan Niat yang Ikhlas

Niat artinya sengaja, yaitu sengaja mengerjakan suatu ibadah karena Allah. Hakikat niat ada di dalam hati yang merupakan dorongan atau keinginan kuat untuk mengerjakan sesuatu. Niat tergambar dari rangkaian perbuatan yang dilakukan seseorang.

Suatu ibadah akan diterima oleh Allah bila dilandasi oleh niat ikhlas karena Allah, bukan karena terpaksa atau motivasi lainnya. Firman Allah Swt. menyebutkan,

“Padahal mereka hanya diperintahkan Allah dengan ikhlas menaati-Nya dalam (menjalankan) agama...” (Q.S. Al-Bayyinah [98 ]: 5)

Seseorang yang beribadah karena motivasi atau niat selain Allah, ibadahnya tidak akan berarti apa-apa. Ia hanya akan memperoleh yang diniatkannya itu. Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan sungguh bagi setiap orang apa yang diniatkannya.” (H.R. Jama’ah dari Umar bin Khatab)

Bacaan Surat dan Doa dalam Shalat Dhuha

Mengenai bacaan, tidak ada keterangan dari Rasulullah mengenai surat tertentu yang harus dibaca ketika shalat Dhuha. Kita dipersilahkan membaca surat apa pun sesuai dengan kemampuan dan keinginan kita. Kita diperkenankan untuk membaca surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, atau surat-surat lain yang menjadi favorit atau pilihan.

Allah berfirman, “...Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran…” (Q.S. Al-Muzzammil [73]: (20).

Tidak ditentukan bacaan doa yang harus dibaca setelah shalat Dhuha. Semua diserahkan kepada masing-masing pribadi untuk berdoa sesuai dengan keinginannya masing-masing. [Ali]

Kiriman: Nazar Ahmad
Sumber: Mapi - percikaniman.org

KOMENTAR

BLOGGER: 2
Loading...
Kirimi saya artikel Pajagalan! Untuk langganan artikel keislaman Pajagalan.com via Feed Klik Disini, atau jika Anda ingin dikirim email tentang berita dan update artikel Pajagalan.com silakan masukkan email Anda dibawah dan ikuti petunjuk selanjutnya.
Nama

Aam Amiruddin,3,Adab Berada dalam Masjid,2,Adab Di Majelis,1,Adab Di Majlis,1,Adab di Masjid,2,Adab Islami,8,Adab Menuntut Ilmu,2,Adab Penuntut Ilmu,1,Adab Terhadap Allah,1,Adab Terhadap Allah Azza wa Jalla,1,Adab Terhadap Ayah Bunda,1,Adab Terhadap Ibu Bapak,1,Adab Terhadap Orang Tua,1,Akhlak Islami,1,Aliran Sesat,1,Amin Saefullah Muchtar,2,Android,1,apakah hormat bendera haram,1,Aplikasi,1,Aqidah,1,Artikel,44,Artikel Adab,1,artikel fikih,2,artikel fiqh,2,artikel Islam,23,Artikel Kiriman,46,Artikel Ramadhan,9,Artikel Siyasah,2,artikel tahajud,1,Artis Jadi Nabi,1,Artis Nabi,1,Artis Teladan,1,Awal Ramadhan,2,Baiti Jannati,9,Berita,31,Berita Persatuan Islam,1,Biografi,9,Buku,19,Bulughul Maram,1,Cerita Renungan,9,Dari Redaksi,5,Dewan Hisbah,10,Dewan Hisbah PP Persis,10,Diary Islami,1,Download,12,Download MP3 Alquran,2,Dunia Islam,6,Ekonomi dan Bisnis,3,Essay,1,Fatwa Dewan Hisbah,11,Fatwa Dewan Hisbah Persatuan Islam,10,Fatwa Dewan Hisbah Persis,10,Featured,6,Film Umar bin Khattab,32,Fiqh Ibadah,8,Hadits,2,hukum bendera negara,1,hukum mengangkat tangan hormat bendera,1,hukum menghormat pada bendera,1,Ibadah,4,Ibadah dan Muamalah,5,Iedul Fitri,2,Informasi,1,Internasional,13,Istifta,29,Istiqro',6,Jadwal Puasa,1,Jadwal Shaum,1,Jihad PP Persis,13,Kajian,22,Kajian Ramadhan,8,Kesehatan,1,Khazanah,1,Khutbah,19,Kisah Adam menurut alquran,1,Kisah dalam Alquran,2,Kisah Hud menurut alquran,1,Kisah Idris menurut alquran,1,Kisah Ishaq menurut alquran,1,Kisah Ismail menurut alquran,1,Kisah Lengkap Nabi Adam,1,Kisah Lengkap Nabi Hud,1,Kisah Lengkap Nabi Idris,1,Kisah Lengkap Nabi Ishaq,1,Kisah Lengkap Nabi Ismail,1,Kisah Lengkap Nabi Luth,1,Kisah Lengkap Nabi Nuh,1,Kisah Lengkap Nabi Shalih,1,Kisah Luth menurut alquran,1,Kisah Nabi,8,Kisah Nuh menurut alquran,1,Kisah Shalih menurut alquran,1,Kitab,1,Kolom Hikmah,7,Kolom Motivasi,8,Kristologi,1,kumpulan fatwa dewan hisbah persis,10,Kurban,2,MBC,1,MPI,2,Musik Islami,7,Muslimah,6,Nabi Adam,1,Nabi Adam dalam Alquran,1,Nabi Hud,1,Nabi Hud dalam Alquran,1,Nabi Idris,1,Nabi Idris dalam Alquran,1,Nabi Ishaq,1,Nabi Ishaq dalam Alquran,1,Nabi Ismail,1,Nabi Ismail dalam Alquran,1,Nabi Luth,1,Nabi Luth dalam Alquran,1,Nabi Nuh,1,Nabi Nuh dalam Alquran,1,Nabi Shalih,1,Nabi Shalih dalam Alquran,1,Nasional,11,Oase Iman,38,Penerbit Jabal,4,Pengajian Ahad Viaduct,13,pentingnya sholat dhuha,2,Percikan Iman,2,Persatuan Islam,5,Politik,1,Politik Islam,2,Profil,1,qiaymul lail,1,Quran dan Hadits,12,Qurban,1,Redaksi,4,Resensi Buku,2,RG-UG,1,Ringkasan Khutbah,7,Ringkasan Khutbah Jum'at,15,Sejarah Islam,5,shalat malam,1,shalat tahajud,1,Shiddiq Amien,13,sholat dhuha,1,Sholat Rawatib,1,Sholat Sunnat,1,Shop,19,Sigabah.com,4,Siyasah,2,Suara Santri,1,Surat Edaran PP Persis,2,Sya'ban,1,Syaaban,1,Syiah Bukan Islam,7,Tanya Jawab Bersama Ust Aam,11,tanya jawab islam,12,Tanya Jawab Seputar Bulan Ramadhan,9,Tazkiyatun Nafs,7,The Epic Series Omar,27,Tsaqofah,2,Umar bin Khattab Series,5,Video,55,
ltr
item
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan: Sholat Dhuha dalam Kajian Fiqih
Sholat Dhuha dalam Kajian Fiqih
http://1.bp.blogspot.com/-sa_zEcb1owY/T-mZctT7DZI/AAAAAAAAB4E/9UbizRSI4x4/s320/sholat-dhuha.png
http://1.bp.blogspot.com/-sa_zEcb1owY/T-mZctT7DZI/AAAAAAAAB4E/9UbizRSI4x4/s72-c/sholat-dhuha.png
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan
https://www.pajagalan.com/2012/06/sholat-dhuha-dalam-kajian-fiqih.html
https://www.pajagalan.com/
https://www.pajagalan.com/
https://www.pajagalan.com/2012/06/sholat-dhuha-dalam-kajian-fiqih.html
true
4605599093145502030
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selanjutnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home Halaman Artikel Lihat Semuanya REKOMENDASI UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang Anda cari Kembali Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy