Rangkuman tanya jawab kajian Dialog Islam subuh, bersama Ust Anshorudin Ramdhani, Sabtu, 21 Maret 2020

Rangkuman tanya jawab kajian Dialog Islam subuh, bersama Ust Anshorudin Ramdhani, Sabtu, 21 Maret 2020 * Tanya * Apakah di negara k...

Rangkuman tanya jawab kajian Dialog Islam subuh, bersama Ust Anshorudin Ramdhani, Sabtu, 21 Maret 2020


*Tanya*
Apakah di negara kita ada orng2 yg seperti disebutkan dlm QS Ibrahim ayat 3 dan orng2 yg lbh mencintai kehidupan dunia drpd kehidupan akherat?
*Jawab*
Akan ada model2 manusia yg serupa dgn jaman dulu, yg sifat2nya sprt Fir'aun, Namruz, Hamman, Sammiriy. 
Dgn dunianya ia bs mengendalikan orng2 yg beragama dan menyimpangkan orng2 yg beragama menjd tdk istiqomah. Orng2 berilmu dikuasai oleh orng2 yg berharta, dan mrk  berjamaah dlm kesesatan. 

*Tanya*
Bagaimana dgn sholat jumat yg skrng ini memakai qunut?
*Jawab*
Kita tdk melihat qunut itu pd waktu, tp dilihat dr segi kejadian/nazillah.
Syarat yg berkaitan dgn disyariatkannya qunut, adapetunjunjuk dari Rasulullah, yaitu jika terjd pembantaian, kedholiman, termasuk di dlmnya pembantaian thd para mujahid Islam. Dan Rasulullah melakukan doa qunut ini pd semua waktu sholat fardhu, pd ruku terakhir, termasuk pd sholat jumat.
Mewabahnya virus corona blm bisa dijadikan alasan (nazilah) yg kuat utk dilaksanakannya qunut pd sholat jumat. 

*Tanya*
Bagaimana cara kita mengobati penyakit hati?
*Jawab*
Jika kita merasakan ada kesombongan dlm diri kita, kita hrs sadar, apa yg perlu kita sombongkan? Krn ada dzat yg lbh besar dari kita yg kecil. 
Segeralah beristighfar dan sadari bhw kita lemah, kecil
 dan membutuhkan orng lain yg akan jadi pelengkap bagi diri kita. 

Sedangkan jika ada penyakit iri dan dengki, kembalikan pd Allah, bhw Allah telah memberikan segala sesuatu sdh sesuai porsi dan kebutuhan, syukuri semua pemberian yg telah Allah berikan pd kita, agar kita terhindar dari sifat iri dengki.

Setiap orng akan memiliki sangka pd orng lain, sangka baik dan buruk. 
Jika orng lain telah memiliki sangka baik pd kita, kita hrs menjaga sangkaan baik orng tsb.
Janganlah kita memiliki sangka buruk, karena sangka buruk jauh dari kebenaran dan  akan berakibat dosa. 
QS Al Hujurat ayat 3. 

Kufur nikmat termasuk penyakit hati, krn akan menafikan segala anugerah yg telah diberikan oleh Allah kpd kita dan membanding2kan dgn kesenangan yg diperoleh oleh orng lain. 


*Tanya*
Ketika masbuq apakah kita mengangkat tangan atau tdk?
*Jawab*
Mengangkat tangan pd saat masbuq tdk wajib tetapi sunat, dan melihat pd kondisi imam saat kita masbuq. Pd saat kita kekurangan rakaat, barulah kita mengangkat tangan. 

*Tanya*
Apa yg dimaksud dgn sholat syuruq/Israq?
*Jawab*
Shalat Syuruq
Kita beralih ke shalat syuruq. Syuruq artinya terbit. Syaraqat as-Syamsu [شَرَقَتِ الشَّمْسُ] artinya matahari terbit.
Istilah shalat syuruq juga dikaitkan dengan waktu. Shalat syuruq berarti shalat yang dikerjakan di waktu matahari terbit.
Diantara syarat dalam pelaksanaan shalat syuruq yang perlu diperhatikan, shalat ini dikerjakan ketika matahari sudah meninggi, kurang lebih satu tombak dalam pandangan mata manusia. Karena ketika matahari tepat di garis terbit, kita dilarnag melakukan shalat.
Dari Uqbah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata:
‎ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِيْنَ يَقُوْمُ قَائِمُ الظَّهِيْرَةِ حَتَّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ، وَحِيْنَ تَضَيَّف لِلْغُرُوْبِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: ketika matahari terbit sampai tinggi, ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim 1926)
Berdasarkan penjelasan di atas, berarti mulainya waktu dhuha dan waktu syuruf itu sama, yaitu ketika matahari telah terbit setinggi satu tombak. Sehingga kesimpulannya “shalat syuruq adalah shalat dhuha di waktu yang paling awal.”
Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,
‎سنة الإشراق هي سنة الضحى ، لكن إن أديتها مبكراً من حين أشرقت الشمس وارتفعت قيد رمح فهي صلاة الإشراق، وإن كان في آخر الوقت أو في وسط الوقت فإنها صلاة الضحى
Shalat sunah syuruq termasuk shalat dhuha, hanya saja dikerjakan di awal waktu, ketika matahari terbit, dan sudah naik sekitar satu tombak, itulah syarat isyraq. Namun jika dilakukan di akhir waktu atau di pertengahan waktu maka statusnya shalat dhuha. (Liqa’at Bab al-Maftuh, 24/141)
Sehingga orang yang mengerjakan shalat syuruq hakekatnya dia mengerjakan shalat dhuha.
Bagi orang yang sudah mengerjakan shalat syuruq, bolehkah mengerjakan shalat dhuha?
Shalat dhuha tidak harus dilakukan di satu titik waktu, tapi boleh dikerjakan di sepanjang rentang waktu dhuha, yaitu sejak matahari setinggi satu tombak hingga sebelum waktu istiwa’ (matahari tepat di tengah).
Karena itu, bagi yang sudah mengerjakan shalat dhuha di awal waktu, dia boleh mengerjakan shalat dhuha di akhir waktu.. misal jam 6:30 mengerjakan shalat syuruq, sewaktu di kantor mengerjakan shalat dhuha.
Demikian..
Allahu a’lam.

*Tanya*
Bgmn cara mudah mengjafal hadist, apakah carabya sama dgn menghafal Qur'an?
*Jawab*
Sama caranya dgn menghafal Qur'an, kita dengarkan atau hafalkan berulang2. Akan lbh mudah jika kita mengerti arti dari hadist yg kita hafalkan tsb.
*Tanya*
Jam brp utk menentukan awal dan akhir sholat dhuha?
*Jawab*
Awal dan akhir solat duha

1. Firman Allaah SWT. :
‎إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” Qs.4 / An-Nisa 4 : 103
‎أقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).Qs.17 / Al-Isra : 78
2. Hadits Nabi SAW.:
‎عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ، أَنَّهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ اللَّيْلِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: «جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَصَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَكْتُوبَةٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ الصُّبْحَ، ثُمَّ أَقْصِرْ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَتَرْتَفِعَ قِيسَ رُمْحٍ، أَوْ رُمْحَيْنِ، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَيُصَلِّي لَهَا الْكُفَّارُ، ثُمَّ صَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَكْتُوبَةٌ، حَتَّى يَعْدِلَ الرُّمْحُ ظِلَّهُ ، ثُمَّ أَقْصِرْ، فَإِنَّ جَهَنَّمَ تُسْجَرُ، وَتُفْتَحُ أَبْوَابُهَا، فَإِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ، فَصَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ، ثُمَّ أَقْصِرْ، حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَيُصَلِّي لَهَا الْكُفَّارُ».
Dari Amer bin ‘Abasah as-Sulamiy, ia berkata, aku bertanya kepada Rasululah Saw: “wahai Rasulullah, bagian malam yang manakah yang paling dekat kepada di ijabahnya do’a?” Beliau menjawab: “sepertiga malam akhir”, shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu di saksikan dan dicatat amal kebaikannya oleh malaikat, hingga engkau shalat shubuh. Kemudian janganlah melakukan shalat sampai matahari terbit maka dia meninggi seukuran tombak atau dua tombak, sebab ia terbit diantara dua tanduk setan, dan orang kafir melakukan shalat pada waktu itu, kemudian shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu (ketika matahari satu atau dua tombak) di saksikan dan dicatat amal kebaikannya oleh malaikat, hingga Tombak seimbang dengan bayangannya (maksudnya: hingga mendekati waktu Istiwa/Kulminasi). Kemudian (setelah itu)janganlah kalian melakukan shalat sebab neraka Jahannam sedang menyala-nyala, dan pintunya di buka. Bila matahari tela tergelincir, maka shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu di saksikan hingga engkau melakukan shalat Ashar. Kemudian janganlah melakukan shalat hingga matahari tenggelam, sebab ia tenggelam diantara dua tanduk setan, dan orang kafir melakukan shalat pada waktu itu. (HR. Abu Daud, Sunan Abu Daud II: 25)
‎وَحَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ – عَنْ أَيُّوبَ عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِىِّ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ ».
Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ibnu Numair keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ismail yaitu Ibnu ‘Ulayyah dari Ayyub dari Al Qasim Asy Syaibani bahwa Zaid bin Arqam pernah melihat suatu kaum yang tengah mengerjakan shalat dhuha, lalu dia berkata; “Tidakkah mereka tahu bahwa shalat diluar waktu ini lebih utama? sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat awwabin (orang yang bertaubat) dikerjakan ketika anak unta mulai kepanasan.”HR. Muslim II: 171 no.1780
‎أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ فُورَكَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنِ الْقَاسِمِ ح وَأَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ : عَلَىُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُقْرِئُ أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ الْقَاضِى حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِىِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ : أَنَّهُ رَأَى نَاسًا جُلُوسًا إِلَى قَاصٍّ فَلَمَّا طَلَعَتِ الشَّمْسُ ابْتَدَرُوا السَّوَارِى يُصَلُّونَ فَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« صَلاَةُ الأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ ».
(Al-Baihaqi berkata) Telah menghabarkan kepada kami Abu Bakar bin Fuurak (ia berkata), telah menghabarkan kepada kami Abdullah bin Ja’far (ia berkata), telah mennceritakan kepada kami Yunus bin Habib (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Abu Daud (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Hisyam dari al-Qasim. (al-Baihaqi berkata), telah menceritakan juga kepada kami Abu al-Hasan Ali bin Muhammad al-Muqri (ia berkata), telah menghabarkan kepada kami al-Hasan bin Muhammad bin Ishaq (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Ya’qub al-Qaadiy (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Hammad dari al-Qasim as-Syaibaniy dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang sedang duduk kepada seorang pembaca kisah, ketika telah terbit matahari mereka bersegera melaksanakan shalat. Maka Zaid bin Arqam berkata, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat Awwabin itu ketika anak unta menderum karena kepanasan”.
‎حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا عبد الوهاب عن سعيد عن قتادة عن القاسم الشيباني عن زيد بن أرقم : ان نبي الله صلى الله عليه و سلم أتى على مسجد قباء أو دخل مسجد قباء بعد ما أشرقت الشمس فإذا هم يصلون فقال ان صلاة الأوابين كانوا يصلونها إذا رمضت الفصال
(al-Qathi’iy berkata) Telah menceritakan kepada kami Abdullah (ia berkata), telah menceritakan kepadaku bapakku (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab dari Said dari Qatadah dari al-Qasim as-Syaibaniy dari Zaid bin Arqam, bahwa Nabi Saw mendatangi masjid quba, atau masuk ke Masjid Quba, setelah terbit matahari. Ternyata mereka sedang shalat, maka ia berkata, sesungguhnya shalat Awwabin adalah ketika anak-anak unta menderum karena kepanasan.”(HR. Ahmad IV: 374 no. 19366)
2. Sayyid Sabiq mengatakan
‎وقتها: يَبْتَدِى أَوْقَاتهُاَ بِارْتِفَاعِ الشَمْسِ قَدْرَ رَمْحٍ وَيَنْتَهِي حِيْنَ الزَّوِالِ وَلَكِنَّ المُسْتَحَبَّ أَنْ تُؤَخَّرَ إِلىَ أَنْ تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ وَيَشْتَدَّ الْحُرُّ.
“Waktu salat Dhuha dimulai ketika matahari mulai meninggi seukuran tombak dan berakhir ketika zawwal (tergelincir matahari), namun yang mustahab adalah diakhirkan sampai matahari meninggi dan terasa panas.” (Lihat, Fiqh As-Sunnah, jilid 1, hlm. 177)

1. Waktu dluha dinyatakan masuk setelah terbit matahari.
2. Setelah terbit matahari dipahami bila piringan matahari yang paling bawah telah menyentuh ufuk yakni 15 menit setelah syuruq.
3. Waktu afdlal shalat dluha adalah saat anak unta kepanasan yakni sekitar jam 09.00-11.00.
4. Waktu Dluha berakhir sampai beberapa saat sebelum kulminasi yakni 5 menit sebelum waktu zhuhur


*Tanya*
"Seandainya agama itu dgn logika semata, maka tentu bagian bwh *khuf* lbh pantas utk diusap drpd  bagian atasnya, namun aku sendiri telah melihat Rasulullah SAW mengusap bagian atas *khuf* nya" Ali bin Abi Thalib ra
Apa yg dimaksud dgn khuf?
*Jawab*
*Khuf* adalah _sepatu yg terbuat dari kulit yg menutupi mata kaki._ 
Jika agama ini hanya logika/akal, bila dlm syariat boleh berwudhu memakai sepatu, yg lbh masuk akal adalah mengusap bag bwh sepatu, krn bag bwh sepatulah yg semestinya lbh kotor krn dipakai utk menginjak. Tp Rasulullah mengusap bag atas sepatu, krn ibadah bkn akal2an tp krn berdasarkan wahyu. 

*Tanya*
 Ketika muadzin mengucapkan hayya ala sholah mereka menjawab lahaola walakuata ilabillah...akan tetapi ketika muadzin mengucapkan hayya alla fallah sebagian jamaah menjawab insya Alloh....apa ada dalil tsb 
*Jawab*
Saat muadzin mengucapkan Hayya alal falah, dalil yg shohih utk dijawab oleh jamaah adalah, la hawla wala quwwata illa billah.

*Tanya*
Apa arti dari kata ra'ina dan unzurna  dalam ayat ini 

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقُوْلُوْا رَاعِنَا وَ قُوْلُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوْا  ۗ  وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan Ra'ina, tetapi katakanlah, Unzurna, dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih."

Dalam tayangan mata nazwa suka ada perdebatan..dimana disitu suka saling potong memotong pembicaraan orang lain dan mendebatnya apakah itu termasuk ra"ina?
*Jawab*
QS Al Baqarah 104, kalimat ra'ina adalah ucapan cemoohan yg diucapkan oleh orng2 Yahudi, yg suka.memotong pembicaraan orng lain, kmdn mencemooh omongan orng yg dipotong tsb. 
 Agar terhindar dr sifat2 Yahudi, kita ganti dgn unzurna (lihat dan perhatikan), kita dengarkan dan simak dulu pembicaraan orng lain sblm kita mengemukakan pendapat kita. 

*Tanya*
Bgmn caranya menenangkan hati dan pikiran ditengah ujian dari Allah?
*Jawab*
Lebih mendekatkan diri pd Allah, shalat tahajud, membaca Al Qur'an.

*Tanya*
Mohon diterangkan maksud dari QS Al Anbiya ayat 87
*Jawab*
Yunus AS pernah diutus oleh Allah ke suatu negeri di dekat Musol, lalu beliau berdakwah, tp mrk menolak dan tetap dlm kekufuran. Kmdn Nabi Yunus keluar dari negeri tsb dlm keadaan marah dan menjanjikan kpd.mrk utk diberikan siksa setelah 3 hari.
Orng2 yg beriman disana tahu kalau Nabi Yunus tdk bohong, maka mrk memisahkan diri ke bukit dgn membawa perbekalan dan bertadhoru kpd Allah SWT. 
Jika di negeri itu tdk ada orng2 yg beriman, niscaya negeri itu sdh dihancurkan.

Nabi Yunus beserta umatnya pergi menaiki sampan dan tenggelam, kmdn ditelan oleh ikan paus. Dlm kegelapan itulah Nabi Yunus berdoa pd Allah, stlh sebelumnya menyadari telah emosi dan krng sabar menghadapi umat,   dmn kemarahan hanya akan menimbulkan banyak kerugian
Doa Nabi Yunus saat itu adalah, *_Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntum minadhdholimiin_ "tdk ada Tuhan selain Engkau,  Maha Suci Engkau, Sungguh, aku termasuk orng2 yg dzolim

*Tanya*
Bismillah pa ustadz dimesjid caket abdi pami sholat shubuh sok aya sujud tilawah.kmh keterangna aya conto?
*Jawab*
Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang disebabkan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah yang terdapat dalam Al Qur’an Al Karim.

Keutamaan Sujud Tilawah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

Sujud Tilawah itu Sunnah

Para ulama sepakat (beijma’) bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyari’atkan. Di antara dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar, “Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut jumhur (mayoritas) ulama yaitu Malik, Asy Syafi’i, Al Auza’i, Al Laitsi, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Daud dan Ibnu Hazm, juga pendapat sahabat Umar bin Al Khattab, Salman, Ibnu ‘Abbas, ‘Imron bin Hushain, mereka berpendapat bahwa sujud tilawah itu sunnah dan bukan wajib.

Dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata, “Aku pernah membacakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam surat An Najm, (tatkala bertemu pada ayat sajadah dalam surat tersebut) beliau tidak bersujud.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bukhari membawakan riwayat ini pada Bab “Siapa yang membaca ayat sajadah, namun tidak bersujud.”

Tata Cara Sujud Tilawah

1- Para ulama bersepakat bahwa sujud tilawah cukup dengan sekali sujud.

2- Bentuk sujudnya sama dengan sujud dalam shalat.

3- Tidak disyari’atkan -berdasarkan pendapat yang paling kuat- untuk takbiratul ihram dan juga tidak disyari’atkan untuk salam.

4- Disyariatkan pula untuk bertakbir ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud.

5- Lebih utama sujud tilawah dimulai dari keadaan berdiri, ketika sujud tilawah ingin dilaksanakan di luar shalat. Inilah pendapat yang dipilih oleh Hanabilah, sebagian ulama belakangan dari Hanafiyah, salah satu pendapat ulama-ulama Syafi’iyah, dan juga pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Namun, jika seseorang melakukan sujud tilawah dari keadaan duduk, maka ini tidaklah mengapa. Bahkan Imam Syafi’i dan murid-muridnya mengatakan bahwa tidak ada dalil yang mensyaratkan bahwa sujud tilawah harus dimulai dari berdiri. Mereka mengatakan pula bahwa lebih baik meninggalkannya. (Shahih Fiqih Sunnah, 1/449)

Bacaan Ketika Sujud Tilawah

Bacaan ketika sujud tilawah sama seperti bacaan sujud ketika shalat. Ada beberapa bacaan yang bisa kita baca ketika sujud di antaranya:

Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca: “Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi] (HR. Muslim no. 772)
Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud: “Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku] (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484)
Dari ‘Ali bin Abi Tholib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca: “Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.” [Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta] (HR. Muslim no. 771)
Adapun bacaan yang biasa dibaca ketika sujud tilawah sebagaimana tersebar di berbagai buku dzikir dan do’a adalah berdasarkan hadits yang masih diperselisihkan keshohihannya.

Imam Ahmad bin Hambal -rahimahullah- mengatakan, “Adapun (ketika sujud tilawah), maka aku biasa membaca: Subhaana robbiyal a’laa” (Al Mughni).

Dan di antara bacaan sujud dalam shalat terdapat pula bacaan “Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin”, sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Ali yang diriwayatkan oleh Muslim. Wallahu a’lam.

Sujud Tilawah Ketika Shalat

Dianjurkan bagi orang yang membaca ayat sajadah dalam shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah agar melakukan sujud tilawah. Inilah pendapat mayoritas ulama.

Dari Abu Rofi’, dia berkata bahwa dia shalat Isya’ (shalat ‘atamah) bersama Abu Hurairah, lalu beliau membaca “idzas samaa’unsyaqqot”, kemudian beliau sujud. Lalu Abu Rofi’ bertanya pada Abu Hurairah, “Apa ini?” Abu Hurairah pun menjawab, “Aku bersujud di belakang Abul Qosim (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ketika sampai pada ayat sajadah dalam surat tersebut.” Abu Rofi’ mengatakan, “Aku tidaklah pernah bersujud ketika membaca surat tersebut sampai aku menemukannya saat ini.” (HR. Bukhari no. 768 dan Muslim no. 578)

Ayat Sajadah dalam Al Qur’an

Al A’rof ayat 206
Ar Ro’du ayat 15
An Nahl ayat 49-50
Al Isro’ ayat 107-109
Maryam ayat 58
Al Hajj ayat 18
Al Hajj ayat 77
Al Furqon ayat 60
An Naml ayat 25-26
As Sajdah ayat 15
Fushilat ayat 38 (menurut mayoritas ulama), QS. Fushilat ayat 37 (menurut Malikiyah)
Shaad ayat 24
An Najm ayat 62 (ayat terakhir)
Al Insyiqaq ayat 20-21
Al ‘Alaq ayat 19 (ayat terakhir)

*Tanya*
Bagai mana batasan ghibah, klo kta membicarakan keburukan seseorang tapi dngan tdk menyebutkan nama dan alamatny ,apkh trmsuk ghibah
*Jawab*
Tetap termasuk ghibah baik disebut atau tdk disebut namanya.

*_Ghibah_* menyebutkan kejelekan seseorng scr langsung atau tdk langsung dan tdk dihadapan orangnya.  

*_Bhutan_* Menyebutkan kejelekan  seseorng yg sebenarnya tdk ada pd dirinya, scr tdk langsung dan  tdk  di hadapan orangnya atau mengada2

*_Syafmun_* menyebut kejelekan seseorang scr langsung dihadapan orangnya

*_Ifhkun_* menyebarkan kabar buruk ttng seseorng tnp bukti

*_Namimah_* 
Ucapan seseorng kpd orng lain utk menimbulkan perselisihan/adu domba

*Tanya*
Jika kita sdng mengikuti kajian dan ada teman yg ngajak ngobrol saja, apakah tdk akan sakit hati kalau.kita menjauhinya, krn meski sdh dikasih isyarat, ttp ngajak ngobrol trs?
*Jawab*
Tdk berdosa. Hindari saja dekat dkt orng sprt itu saat mengikuti kajian.
______________
Mari kita berinvestasi akhirat
dengan program wakaf untuk
pembangunan dan sarana pendidikan
Salurkan Dana Dakwah Anda ke:
REK BRI 0886.01.032045.53.7 an Yayasan Dialog Islam

COMMENTS

Nama

Aam Amiruddin,3,Adab Berada dalam Masjid,2,Adab Di Majelis,1,Adab Di Majlis,1,Adab di Masjid,2,Adab Islami,9,Adab Menuntut Ilmu,2,Adab Penuntut Ilmu,1,Adab Terhadap Allah,1,Adab Terhadap Allah Azza wa Jalla,1,Adab Terhadap Ayah Bunda,1,Adab Terhadap Ibu Bapak,1,Adab Terhadap Orang Tua,1,Akhlak Islami,1,Aliran Sesat,1,Amin Saefullah Muchtar,2,Android,1,apakah hormat bendera haram,1,Aplikasi,1,Aqidah,1,Artikel,44,Artikel Adab,1,artikel fikih,2,artikel fiqh,2,artikel Islam,23,Artikel Kiriman,46,Artikel Ramadhan,9,Artikel Siyasah,2,artikel tahajud,1,Artis Jadi Nabi,1,Artis Nabi,1,Artis Teladan,1,Awal Ramadhan,2,Baiti Jannati,10,Berita,31,Berita Persatuan Islam,2,Biografi,9,Buku,19,Bulughul Maram,1,Cerita Renungan,9,Dari Redaksi,5,Dewan Hisbah,10,Dewan Hisbah PP Persis,11,Dialog Islam Garuda,23,Diary Islami,1,Download,12,Download MP3 Alquran,2,Dunia Islam,6,Ekonomi dan Bisnis,4,Essay,1,Fatwa Dewan Hisbah,11,Fatwa Dewan Hisbah Persatuan Islam,10,Fatwa Dewan Hisbah Persis,10,Featured,6,Film Umar bin Khattab,32,Fiqh Ibadah,11,Hadits,2,hukum bendera negara,1,hukum mengangkat tangan hormat bendera,1,hukum menghormat pada bendera,1,Ibadah,4,Ibadah dan Muamalah,5,Iedul Fitri,2,Informasi,1,Internasional,13,Istifta,40,Istiqro',6,Jadwal Puasa,1,Jadwal Shaum,1,Jihad PP Persis,13,Kajian,28,Kajian Ramadhan,8,Kesehatan,1,Khazanah,1,Khutbah,19,Kisah Adam menurut alquran,1,Kisah dalam Alquran,2,Kisah Hud menurut alquran,1,Kisah Idris menurut alquran,1,Kisah Ishaq menurut alquran,1,Kisah Ismail menurut alquran,1,Kisah Lengkap Nabi Adam,1,Kisah Lengkap Nabi Hud,1,Kisah Lengkap Nabi Idris,1,Kisah Lengkap Nabi Ishaq,1,Kisah Lengkap Nabi Ismail,1,Kisah Lengkap Nabi Luth,1,Kisah Lengkap Nabi Nuh,1,Kisah Lengkap Nabi Shalih,1,Kisah Luth menurut alquran,1,Kisah Nabi,8,Kisah Nuh menurut alquran,1,Kisah Shalih menurut alquran,1,Kitab,1,Kolom Hikmah,7,Kolom Motivasi,8,Kristologi,1,kumpulan fatwa dewan hisbah persis,10,Kurban,2,MBC,1,MPI,2,Musik Islami,7,Muslimah,6,Nabi Adam,1,Nabi Adam dalam Alquran,1,Nabi Hud,1,Nabi Hud dalam Alquran,1,Nabi Idris,1,Nabi Idris dalam Alquran,1,Nabi Ishaq,1,Nabi Ishaq dalam Alquran,1,Nabi Ismail,1,Nabi Ismail dalam Alquran,1,Nabi Luth,1,Nabi Luth dalam Alquran,1,Nabi Nuh,1,Nabi Nuh dalam Alquran,1,Nabi Shalih,1,Nabi Shalih dalam Alquran,1,Nasional,11,Oase Iman,38,Penerbit Jabal,4,Pengajian Ahad Viaduct,13,Pengajian Pajagalan,2,pentingnya sholat dhuha,2,Percikan Iman,2,Persatuan Islam,5,Politik,1,Politik Islam,2,Profil,1,qiaymul lail,1,Quran dan Hadits,12,Qurban,1,Redaksi,4,Resensi Buku,2,RG-UG,1,Ringkasan Khutbah,7,Ringkasan Khutbah Jum'at,15,Sejarah Islam,5,shalat malam,1,shalat tahajud,1,Shiddiq Amien,13,Sholat,1,sholat dhuha,1,Sholat Rawatib,1,Sholat Sunnat,1,Shop,19,Sigabah,1,Sigabah.com,4,Siyasah,2,Suara Santri,1,Surat Edaran PP Persis,2,Sya'ban,1,Syaaban,1,Syiah Bukan Islam,7,Tanya Jawab Bersama Ust Aam,11,tanya jawab islam,12,Tanya Jawab Seputar Bulan Ramadhan,9,Tazkiyatun Nafs,7,The Epic Series Omar,27,Tibbun Nabawi,1,Tsaqofah,2,Umar bin Khattab Series,5,Video,55,Virus Corona,1,YDIG,12,
ltr
item
Pajagalan.com: Rangkuman tanya jawab kajian Dialog Islam subuh, bersama Ust Anshorudin Ramdhani, Sabtu, 21 Maret 2020
Rangkuman tanya jawab kajian Dialog Islam subuh, bersama Ust Anshorudin Ramdhani, Sabtu, 21 Maret 2020
Pajagalan.com
http://www.pajagalan.com/2020/03/rangkuman-tanya-jawab-kajian-dialog_26.html
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/2020/03/rangkuman-tanya-jawab-kajian-dialog_26.html
true
4605599093145502030
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content