$type=carousel$cols=3

Rumus Rasulullah untuk Menjadi Orang Sukses

Inilah rumus jadi orang sukses ala Rasulullah. Rumus Rasulullah SAW ini sangat sesuai dengan konsep dunia modern.


Rumus Rasulullah SAW ini sangat sesuai dengan konsep dunia modern

Untuk menjadi orang terbaik dan tersukses di tengah-tengah manusia, sebenarnya sederhana saja. Cukup menjadi orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Itulah rumus yang diberikan Rasulullah SAW, "Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR Ahmad, Thabrani, Darulquthni, disahihkan al-Bani dalam as-Silsilah as-Shahihah).

Rumus Rasulullah SAW ini sangat sesuai dengan konsep dunia modern, baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial, dan lainnya. Rumus ini pun sudah terbukti ampuhnya. Rumus ini telah dipraktikkan para sahabat Rasulullah SAW yang diyakini telah sukses dalam kehidupan. Para sahabat tersebut meyakini, untuk menjadi orang sukses, tipsnya sederhana. Hanya perlu menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Utsman bin Affan, misalnya. Seorang pria sukses, pebisnis kaya, dan juga khalifah ketiga bagi umat Islam. Utsman berprinsip, ia tak mau ketinggalan ketika ada peluang untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat. Ia akan tampil sebagai orang yang paling banyak dan paling besar menebar manfaat bagi orang lain.

Ketika kaum Muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah, mereka dilanda kesulitan air. Saat itu, ada sebuah sumur milik seorang Yahudi di Madinah yang airnya diperdagangkan. Utsman peka membaca kesulitan kaum Muslimin soal air ini. Ia melihat, banyak di antara kaum Muhajirin yang tak membawa harta benda ketika berhijrah ke Madinah. Mereka tak sanggup jika membeli air yang sangat mahal dari si Yahudi Madinah.

Akhirnya, Utsman pun membeli setengah sumur tersebut dari si Yahudi. Hitung-hitungannya, sehari sumur itu milik Yahudi dan sehari esoknya milik Utsman bin Affan. Utsman tak segan mengeluarkan uang sebanyak 12 ribu dirham untuk membeli sumur tersebut.

Ketika giliran hak pakai Utsman bin Affan, kaum Muslimin bergegas mengambil air sumur itu untuk keperluan dua hari secara gratis. Dengan demikian, ketika giliran hak pakai si Yahudi, tak ada lagi kaum Muslimin yang membeli air darinya. Ia merasa rugi dan akhirnya menjual saham kepemilikannya yang separuh lagi kepada Utsman seharga 8.000 dirham. Kaum Muslimin pun bisa leluasa memanfaatkan sumur tersebut kapan saja. Sehebat apa pun suatu bisnis, seperti yang dimiliki si Yahudi ini, akan gulung tikar jika berhadapan dengan pebisnis yang menebar manfaat.

Karena persoalan sumur ini saja, elektabilitas dan popularitas Utsman naik di mata kaum Muslimin. Selanjutnya, bisnis apa pun yang dilakoni Utsman disambut baik kaum Muslimin. Kekayaannya di Madinah jauh naik berlipat-lipat karena mendapat simpati dari umat Islam. Utsman tercatat sebagai salah satu sahabat paling kaya ketika itu.

Kesalahan para pebisnis saat ini, mereka mengabaikan rumus yang diberikan Rasulullah SAW. Mereka hanya memikirkan bagaimana meraih keuntungan sebesar-besarnya bagi diri dan perusahaannya. Ia menyepelekan untuk memikirkan apa manfaat yang akan diterima konsumennya.

Dalam mengembangkan bisnis, mereka hanya berpikir how?, what?, dan who? saja. Bagaimana memulai suatu bisnis? Apa jenis bisnis yang cocok? Dan, seprofesional apa orang yang akan menggerakkan bisnisnya?

Mereka lupa untuk berfikir why?. Mengapa calon konsumen harus membeli produk mereka, bukan orang lain?

Apakah konsumen merasakan suatu manfaat ketika membeli atau menggunakan produk tersebut sehingga ia memutuskan untuk membeli? Inilah yang menjadi dasar utama bagi pebisnis andal dalam memulai kariernya. Ia peka membaca keinginan konsumen. Ia ingin konsumennya bisa mendapatkan manfaat yang lebih ketika membeli atau menggunakan produknya ketimbang menggunakan produk lain.

Kebanyakan pebisnis terlalu egois memikirkan, “Bagaimana saya mendapatkan uang lebih banyak?” Mereka tak peduli apakah produk atau jasanya memiliki aspek manfaat bagi konsumennya. Lalu, mengapa konsumennya harus membeli atau menggunakan jasa dari bisnisnya?

Semakin banyak manfaat dari produk tersebut, semakin banyak pula konsumen, yaitu orang yang ingin memetik manfaat darinya. Jika semakin banyak konsumen, pasar, dan jaringan bisnisnya, maka semakin besar pulalah bisnisnya. Semakin besar bisnisnya, tentu semakin sukseslah ia dalam dunia bisnis. Awalnya sederhana, berpikir untuk memberikan manfaat yang lebih kepada orang lain.

Pebisnis Islam tidak berorientasi bagaimana mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, tapi bagaimana menebar manfaat sebanyak-banyaknya. Hal ini sesuai dengan konsep ekonomi modern, memulai bisnis dengan menakhlukkan pasar terlebih dahulu sebelum menjual produk. Ketika konsumen sudah merasakan manfaat yang besar dari produknya, tentu ia tak akan segan terus membeli, bahkan berlangganan.

Sumber: republika.co.id

KOMENTAR

Kirimi saya artikel Pajagalan! Untuk langganan artikel keislaman Pajagalan.com via Feed Klik Disini, atau jika Anda ingin dikirim email tentang berita dan update artikel Pajagalan.com silakan masukkan email Anda dibawah dan ikuti petunjuk selanjutnya.
Nama

Aam Amiruddin,3,Adab Berada dalam Masjid,2,Adab Di Majelis,1,Adab Di Majlis,1,Adab di Masjid,2,Adab Islami,9,Adab Menuntut Ilmu,2,Adab Penuntut Ilmu,1,Adab Terhadap Allah,1,Adab Terhadap Allah Azza wa Jalla,1,Adab Terhadap Ayah Bunda,1,Adab Terhadap Ibu Bapak,1,Adab Terhadap Orang Tua,1,Akhlak Islami,1,Aliran Sesat,1,Amin Saefullah Muchtar,2,Android,1,apakah hormat bendera haram,1,Aplikasi,1,Aqidah,1,Artikel,44,Artikel Adab,1,artikel fikih,2,artikel fiqh,2,artikel Islam,23,Artikel Kiriman,46,Artikel Ramadhan,9,Artikel Siyasah,2,artikel tahajud,1,Artis Jadi Nabi,1,Artis Nabi,1,Artis Teladan,1,Awal Ramadhan,2,Baiti Jannati,10,Berita,31,Berita Persatuan Islam,2,Biografi,9,Buku,19,Bulughul Maram,1,Cerita Renungan,9,Dari Redaksi,5,Dewan Hisbah,10,Dewan Hisbah PP Persis,11,Diary Islami,1,Download,12,Download MP3 Alquran,2,Dunia Islam,6,Ekonomi dan Bisnis,4,Essay,1,Fatwa Dewan Hisbah,11,Fatwa Dewan Hisbah Persatuan Islam,10,Fatwa Dewan Hisbah Persis,10,Featured,6,Film Umar bin Khattab,32,Fiqh Ibadah,10,Hadits,2,hukum bendera negara,1,hukum mengangkat tangan hormat bendera,1,hukum menghormat pada bendera,1,Ibadah,4,Ibadah dan Muamalah,5,Iedul Fitri,2,Informasi,1,Internasional,13,Istifta,31,Istiqro',6,Jadwal Puasa,1,Jadwal Shaum,1,Jihad PP Persis,13,Kajian,28,Kajian Ramadhan,8,Kesehatan,1,Khazanah,1,Khutbah,19,Kisah Adam menurut alquran,1,Kisah dalam Alquran,2,Kisah Hud menurut alquran,1,Kisah Idris menurut alquran,1,Kisah Ishaq menurut alquran,1,Kisah Ismail menurut alquran,1,Kisah Lengkap Nabi Adam,1,Kisah Lengkap Nabi Hud,1,Kisah Lengkap Nabi Idris,1,Kisah Lengkap Nabi Ishaq,1,Kisah Lengkap Nabi Ismail,1,Kisah Lengkap Nabi Luth,1,Kisah Lengkap Nabi Nuh,1,Kisah Lengkap Nabi Shalih,1,Kisah Luth menurut alquran,1,Kisah Nabi,8,Kisah Nuh menurut alquran,1,Kisah Shalih menurut alquran,1,Kitab,1,Kolom Hikmah,7,Kolom Motivasi,8,Kristologi,1,kumpulan fatwa dewan hisbah persis,10,Kurban,2,MBC,1,MPI,2,Musik Islami,7,Muslimah,6,Nabi Adam,1,Nabi Adam dalam Alquran,1,Nabi Hud,1,Nabi Hud dalam Alquran,1,Nabi Idris,1,Nabi Idris dalam Alquran,1,Nabi Ishaq,1,Nabi Ishaq dalam Alquran,1,Nabi Ismail,1,Nabi Ismail dalam Alquran,1,Nabi Luth,1,Nabi Luth dalam Alquran,1,Nabi Nuh,1,Nabi Nuh dalam Alquran,1,Nabi Shalih,1,Nabi Shalih dalam Alquran,1,Nasional,11,Oase Iman,38,Penerbit Jabal,4,Pengajian Ahad Viaduct,13,Pengajian Pajagalan,2,pentingnya sholat dhuha,2,Percikan Iman,2,Persatuan Islam,5,Politik,1,Politik Islam,2,Profil,1,qiaymul lail,1,Quran dan Hadits,12,Qurban,1,Redaksi,4,Resensi Buku,2,RG-UG,1,Ringkasan Khutbah,7,Ringkasan Khutbah Jum'at,15,Sejarah Islam,5,shalat malam,1,shalat tahajud,1,Shiddiq Amien,13,sholat dhuha,1,Sholat Rawatib,1,Sholat Sunnat,1,Shop,19,Sigabah.com,4,Siyasah,2,Suara Santri,1,Surat Edaran PP Persis,2,Sya'ban,1,Syaaban,1,Syiah Bukan Islam,7,Tanya Jawab Bersama Ust Aam,11,tanya jawab islam,12,Tanya Jawab Seputar Bulan Ramadhan,9,Tazkiyatun Nafs,7,The Epic Series Omar,27,Tibbun Nabawi,1,Tsaqofah,2,Umar bin Khattab Series,5,Video,55,
ltr
item
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan: Rumus Rasulullah untuk Menjadi Orang Sukses
Rumus Rasulullah untuk Menjadi Orang Sukses
Inilah rumus jadi orang sukses ala Rasulullah. Rumus Rasulullah SAW ini sangat sesuai dengan konsep dunia modern.
https://3.bp.blogspot.com/-qurk8MQoF1Y/XFKNNDjemuI/AAAAAAAAVh4/n4k7xkEowecUoG-8sqKYXf78HP53KeskACLcBGAs/s320/rasulullah-_180920145205-670.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-qurk8MQoF1Y/XFKNNDjemuI/AAAAAAAAVh4/n4k7xkEowecUoG-8sqKYXf78HP53KeskACLcBGAs/s72-c/rasulullah-_180920145205-670.jpg
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan
http://www.pajagalan.com/2019/01/rumus-rasulullah-untuk-menjadi-orang.html
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/2019/01/rumus-rasulullah-untuk-menjadi-orang.html
true
4605599093145502030
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selanjutnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home Halaman Artikel Lihat Semuanya REKOMENDASI UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang Anda cari Kembali Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Maintenance by Hakimtea | Blogger Bandung