Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Makna Kemerdekaan Menurut Islam

Tidak bisa dipungkiri yang namanya kemerdekaan adalah nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang sangat bernilai harganya. Pada dasarnya setiap manusia ingin bebas mengembangkan segala cita-citanya; ingin mengembangkan kemajuan yang diinginkannya. Tanpa kemerdekaan manusia atau sebuah bangsa tak mungkin bisa memperoleh kesejahteraan dan kemajuan.

Patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa, bangsa Indonesia telah diberi nikmat kemerdekaan selama 72 tahun. Dalam usia yang sudah sangat dewasa tersebut tentu bangsa Indonesia sudah mengalami suka duka dalam menjalani kehidupan sebagai sebuah bangsa dan menikmati berbagai kemajuan dari hasil kemerdekaan itu.

Dalam Pembukaan UUD 1945 pun sudah ditegaskan sedemikian rupa, bahwa kemerdekaan Indonesia ini adalah sebuah pintu gerbang untuk menuju kemajuan bangsa, keadilan, kesejahteraan lahir dan batin serta anugerah dari Allah, Tuhan Yang Maha Besar.

Spirit Islam

Kalau kita berbicara tentang kemerdekaan dari sisi Islam, sungguh kita akan heran, ternyata yang namanya kemerdekaan itu adalah spirit yang terkandung dalam Islam. Kemerdekaan adalah tujuan diturunkannya ajaran Islam oleh Allah.

Mari kita tengok ke jazirah Arab sana sebelum Islam datang. Ternyata waktu itu jazirah Arab sedang dilanda jaman jahiliah atau jaman kesesatan tanpa aturan agama, karena waktu itu masyarakat sana sudah lupa ajaran-ajaran dari berbagai Nabi yang pernah menyampaikan dakwah di jazirah Arab itu. Mereka sudah diperbudak nafsu dan dibelenggu berbagai kesesatan.

Datanglah Islam melalui dakwah yang dibawa Rasulullah Nabi Muhammad Saw yang ingin memperbaiki akhlak manusia yang sudah rusak waktu itu dan membebaskan atau memerdekakan manusia dari paham-paham sesat yang merusak. Di sinilah spirit Islam tampak dengan tegas membawa misi ingin membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan.

Bukankah bangsa Indonesia yang berjuang mati-matian pada saat dulu untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda adalah tujuannya untuk membebaskan diri dari keterbelakangan dan kebodohan? Hal ini cocok dengan risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw dulu.

Hukumnya Wajib

Kalau kita tengok tujuan turunnya risalah Islam tersebut, maka tidak bisa dipungkiri memperjuangkan kemerdekaan dari berbagai belenggu apa pun dan dari berbagai bentuk penjajahan apa pun hukumnya wajib bagi setiap orang, karena Islam menghendaki manusia harus bebas dari pengaruh jelek dan tidak boleh terbelenggu oleh berbagai kebodohan dan keburukan-keburukan. Semua itu harus didobrak dan dilawan agar setiap manusia memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan. Manusia dalam ajaran Islam dituntut untuk aktif bergerak memperjuangkan hal-hal positif dan tidak boleh apatis terhadap situasi-situasi yang buruk.

Coba kita cermati beberapa pokok pikiran mulia bangsa Indonesaia yang dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945, semuanya sesuai dengan spritit ajaran Islam yang penuh dengan tujuan-tujuan ingin memuliakan umat manusia.

Dalam Pokok Pikiran Pertama dinyatakan, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.

Hal tersebut di atas memang dihendaki pula oleh Islam agar manusia berjuang keras untk membebaskan diri dari berbagai belenggu kerusakan-kerusakan yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Dalam Pokok Pikiran Kedua dinyatakan, bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia selamat dan sentosa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.
Kalimat di atas menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia akan memperoleh kebahagiaan dan kemajuan, seperti yang dikehendaki oleh Islam, bila bisa merebut kemerdekaan dari penjajah dan mempunyai kemerdekaan penuh tidak dijajah oleh siapa pun.

Dalam Pokok Pikiran Ketiga ditegaskan, bahwa berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kalimat tersebut merupakan sentilan bagi bangsa Indonesia agar ingat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, bila sudah mencapai kemerdekaan, karena kemerdekaan adalah rahmat dari Allah dan seijin Allah. Tanpa rahmat Allah tidak mungkin bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan.
Bangsa Indonesia tidak boleh kufur nikmat terhadap nikmat kemerdekaan tersebut. Bila kufur nikmat, maka Allah tidak segan-segan bisa mencabut nikmat kemerdekaan dari bangsa Indonesia. Hal ini tentu tidak boleh terjadi.

Terakhir, adalah Pokok Pikiran Keempat yang pada intinya setelah merdeka bangsa Indonesia ingin menciptakan kehidupan berbangsa yang adil, sejahtera, bermartabat serta menciptakan keadilan sosial di berbagai bidang.

Hal tersebut di atas sesuai dengan misi Islam yang menghendaki agar manusia bebas dari segala belenggu kebodohan dan keburukan supaya umat manusia bisa memperoleh martabat yang baik dan mengembangkan diri dalam hal-hal yang positif.

Mudah-mudahan kemerdekaan bangsa Indonesia akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia seluruhnya. Amien.. . Dirgahayu Indonesia!

MAKNA KEMERDEKAAN MENURUT ISLAM
Penulis :
Agus Rianto,SH.MHum
Pemerhati Hukum Islam Fak. Hukum UNS Solo

Sumber photo: Detik Travel