Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Menteladani: Kisah orang Shaleh yang menjadi Kafir

Diriwayatkan dari Wahab ibn Manabbih ia mengisahkan dikalangan Bani Israel ada seorang lelaki yang bergelar rahib (ahli ibadah) dia seorang yang sangat saleh namanya Barshisha. Disepanjang waktu dia berdzikir kepada Allah SWT dan pada masa hidupnya, dialah orang yang paling tekun beribadah.


Dia tinggal disebuah kota dimana pada waktu itu ada tiga orang bersaudara yang mempunyai saudari yang sangat cantik. Ketiga saudara ini memutuskan untuk pergi berperang, mereka berfikir dan salah seorang diantara mereka berkata, “Apa yang harus kita lakukan dengan saudari kita? Sesungguhnya kita akan ada diluar sana berbulan-bulan lamanya. Siapa yang akan menjaga saudari kita?” Kemudian mereka bermusyawarah dan memutuskan untuk meminta kepada Barshisha seorang ahli ibadah dan yang sangat saleh itu. Agar dia menjaga saudari mereka dengan baik, sehingga mereka tidak perlu mencemaskannya lagi.

Oleh karena itu mereka pergi kepada Barshisha dan berkata, “Sesungguhnya tiba kepada kami utusan dari raja yang menugaskan kami untuk pergi berperang. Kami mempunyai seorang saudari dan kami ingin agar engkau menjaganya selagi kami pergi” Dan karena rahib itu sangat saleh ia berkata kepada mereka, “Aku tidak bisa melakukannya” Setelah mendengar jawaban dari rahib tersebut mereka terus-menerus membujuknya dan rahib tersebut terus berdzikir didalam hatinya dengan memohon perlindungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dari desakan ketiga orang tersebut. Akan tetapi pada akhirnya Barshisha seorang rahib yang ahli ibadah itu menerima titipan dari ketiga orang tersebut.

Kemudian Barshisha berkata, “Baiklah, aku akan menjaga saudari kalian selagi kalian pergi. Tapi ada satu syarat. Dia harus tinggal dirumah yang berbeda dengan rumahku. Dia tinggal dirumah sebelah sana dan aku tinggal dirumah sebelah sini. Sehingga aku tidak harus melihatnya” Ketiga bersaudara itupun setuju dan mereka pergi untuk berperang dan meninggalkan saudari mereka dengan si rahib ini.

Lalu rahib itu menempatkan gadis tersebut dirumah yang bersebelahan dengan biara tempat ia tinggal. Kemudian yang terjadi adalah setiap hari rahib tersebut memasak makanan, dia keluar dari biaranya dan meninggalkan makanan itu untuk gadis tersebut didepan pintu biara dan kembali menuju biara sambil berseru menyuruh gadis tersebut mengambil sendiri makanannya. Kemudian gadis tersebut berjalan kepada biara tersebut untuk mengambil makanannya yang ada didepan pintu lalu ia kembali kerumah dan masuk kedalam rumah untuk memakannya.

Hal ini terus berlanjut selama beberapa lama, sehingga Iblis mendatangi rahib itu dengan membujuk serta merayunya dan berbisik kepadanya, “Apakah kau mau agar dia keluar dari rumahnya? Ketika dia keluar dari rumahnya menuju rumahmu untuk mengambil makanan ini, seseorang mungkin akan memandangnya dan karena dia sangat cantik, seseorang mungkin akan mengganggunya, Jadi lain kali kenapa kau tidak tinggalkan saja makanan itu didepan pintu rumah gadis itu dari pada menyuruhnya berjalan kerumahmu untuk mengambil makanannya” Maka rahib itu pun menuruti bisikan setan ini. Dia kini berjalan menuju rumah tempat gadis itu tinggal sambil membawa makanan untuknya lalu ditaruh makanan itu didepan pintu tanpa berbicara sepatah katapun.

Oleh karena itu untuk beberapa lama Barshisha tetap bersikap seperti itu.

Tak lama kemudian Iblis pun datang lagi kepadanya dan berkata kepadanya, “Dia hanyalah seorang saudari. Dan dia adalah saudari satu-satunya dari ketiga bersaudara itu. Dia tidak bisa keluar dari rumahnya, dia seperti seorang tahanan dalam rumahnya. Jadi mengapa kau tidak pergi saja dan berbicara dengannya?” Kemudian rahib itu pergi kesana sambil membawa makanan dan untuk beberapa waktu yang dia lakukan adalah duduk didepan pintu rumah gadis tersebut dan gadis itu duduk didalam rumahnya, dan beginilah cara mereka berbicara selama beberapa waktu.

Kemudian Iblis membuatnya berbicara berbagai hal romantis, Iblis masukkan segala hal romantis ke dalam pikiran si rahib, dan Iblis meniupkan hawa nafsu kedalam hatinya. Alangkah hebatnya Iblis telah berhasil membuat perbincangan mereka yang tadinya sopan kini menjadi tak bermoral. Si rahib mulai berbicara hal-hal romantis dan penuh nafsu kepada gadis itu.

Kemudian Iblis mendatanginya lagi dan memberinya ide yang lain. “Kau terlalu jauh darinya, dia ada didalam sementara kau diluar, pergilah kedalam” Barshisha pun menurut, bahkan kali ini dia sudah berani mengobrol dengan gadis itu sepanjang hari sampai terbenamnya matahari dia baru pulang ke biaranya.

Perlu diketahui, seorang manusia saleh yang beribadah sepanjang siang dan malam. Dia pergi kerumah seorang gadis dipagi hari, berbicara dengan gadis itu dan ia menemani gadis itu. Kemudian dimalam hari dia baru kembali ke biara tempat ia tinggal untuk mengistirahatkan dirinya agar bisa kembali bertemu dengan gadis itu pada keesokan harinya.

Kemudian Iblis datang lagi dan membisikkan kepada Barshisha dengan kata-kata halusnya sehingga Barshisha terbujuk akan rayuan si Iblis itu. Kini Barshisha si rahib yang dikenal akan keahliannya dalam beribadah, ia mulai berani menyentuh tubuh gadis tersebut ia mulai berani memegang tangannya, mengelus-ngelusnya bahkan ia berani pula untuk menciumnya.

Dan akhirnya terjadilah sesuatu hal yang dulu ia khawatirkan dan ia takuti. Dia berzina dengan gadis itu dikarenakan nafsu yang melilitnya sehingga ia tidak bisa berfikiran jernih lagi. Lihatlah oleh kita perhatikanlah bagaimana cara Iblis menggoda manusia dia bekerja secara perlahan-lahan terus perlahan-lahan sehingga manusia tersebut jatuh kedalam lubang kesengsaraan.

Kemudian setelah ia berzina dengan gadis itu dan untuk beberapa saat dia mulai mengetahui bahwa gadis itu telah mengandung seorang anak didalam perutnya itu. Oleh karena itu Barshisha mulai menjadi ketakutan karena ketika ketiga saudaranya itu kembali dan mereka tahu apa yang telah ia lakukan, maka pasti mereka akan membunuhnya. Dan akhirnya Iblis memberinya saran agar ia membunuh gadis tersebut kemudian menguburkannya dan ketika saudara-saudaranya kembali katakan kepada mereka bahwa gadis itu meninggal karena ia menderita sakit, “Lagi pula mereka kan telah pergi selama berbulan-bulan lamanya” kata Iblis tersebut.

Maka rahib ini pun mengikuti semua bisikan setan. Dia membunuh gadis yang tengah mengandung bayi itu dan kemudian ia menguburkannya. Setelah berbuat seperti itu dia kembali ke biara dan melanjutkan beribadah kepada Allah SWT.

Beberapa lama kemudian ketiga saudaranya pun kembali dan berkata kepadanya, “Dimanakah saudari kami?” Rahib itu pun menjawab dengan pura-pura menangis, “Dia jatuh sakit dan meninggal. Aku telah menguburkannya, inilah kuburannya”

Ketiga saudaranya pun ikut menangis menyesali nasib adiknya. Lalu mereka kembali kerumahnya masing-masing. Maka pada malam harinya tatkala mereka tidur, Iblis mendatangi mereka lewat mimpi mereka masing-masing. Dan Iblis memberitahu mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi pada adik mereka itu.

Pada keesokan harinya seorang dari mereka bercerita mengenai mimpinya semalam dan tidak disangka-sangka mereka semua bermimpi hal yang sama. Tentu saja pada pagi hari itu mereka bertiga gempar dan terheran-heran akan kesamaan mimpi yang mereka lihat. Maka pergilah mereka ketempat rahib itu untuk menanyakan keadaan yang sebenarnya. “Apakah kau telah membunuh saudari kami? Kami telah diberitahu dalam mimpi bahwa kau telah membunuh saudari kami” Dengan kebingungan rahib itu mencari jawaban atas pertanyaan dari pada mereka yang akhirnya ia mengakui bahwa dia telah membunuh saudari mereka.

Kemudia mereka membawa rahib itu kepada hakim yang memberikannya hukuman mati. Hukuman rahib itu adalah dia akan digantung tetapi sebelum digantung Iblis mendatanginya dan berkata kepadanya, “Akulah temanmu, akulah yang telah menggodamu dengan wanita itu. Akulah yang membuat kau bicara dengannya. Akulah yang membuatmu berzina dengannya. Akulah yang membuatmu membunuhnya. Dan satu-satunya orang yang dapat menyelamatkanmu sekarang hanyalah Aku. Bersujudlah dihadapanku, maka aku akan menyelamatkanmu”

Sekarang rahib ini tidak bisa berbuat apa pun, jadi apa yang dia lakukan? Dia bersujud kepada Iblis, dan setelah dia bersujud kepada Iblis. Maka apakah yang dikatakan Iblis itu padanya? “Misiku telah selesai. Inilah apa yang kuinginkan, aku ingin kau menjadi kafir. Aku ingin kau menjadi kafir kepada Allah. Aku ingin kau bersujud dan menyembahku. Dan telah kuselesaikan misiku sekarang. Sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu” Maka pergilah Iblis itu dengan menjauh darinya.

Ketahuilah oleh kalian wahai orang-orang yang berbahagia bahwa sesungguhnya Iblis itu lemah dan kita lebih kuat dari pada mereka. Sesungguhnya Iblis itu tidak bisa berbuat apa-apa sehingga mereka hanya bisa berbisik dan berbisik kepada kita. Maka apakah patut kita sebagai makhluk yang lebih kuat darinya untuk bersujud kepadanya? Berfikirlah! Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Ilah yang patut kita sembah.

Dan ketahuilah sifatnya itu sangatlah pengecut. Maka apakah hanya karena bisikannya kita menjadi seorang yang tidak bermoral, seorang yang tidak berakhlak. Berfikirlah dan jernihkanlah fikiran kalian! Berhentilah, cukuplah Iblis itu sebagai musuh yang nyata bagi kita. Lawanlah dia sesungguhnya jiwa-jiwa kalian lebih besar dan menakutkan bagi 1000 Iblis yang melihatnya.

Wallahu'alam...

[] Diketik oleh: Alfani Kamil

0 Response to "Menteladani: Kisah orang Shaleh yang menjadi Kafir"