Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Peringatan Ulama tentang Kedustaan Syiah


Peringatan Ulama tentang Kedustaan Syiah - Memahami kenyataan prinsip taqiyah, para ulama kaum muslimin sejak masa silam telah mengingatkan penipuan mereka. Mereka menolak informasi dari syiah, karena memiliki sifat dasar: pembohong. Berikut pernyataan mereka,

1. Keterangan Imam Malik

Asyhab – ulama Malikiyah – mengatakan,

سئل مالك عن الرافضة ؟ قال لا نكلمهم ولا نروي عنهم فإنهم يكذبون

“Imam Malik ditanya tentang rafidhah (syiah). Jawaban beliau: “Kami tidak mau bicara dengan mereka, tidak meriwayatkan dari mereka, karena mereka suka berdusta.”

2. Keterangan Imam As-Syafii

Diriwayatkan oleh Harmalah – salah satu murid Imam As-Syafii –,

سمعت الشافعي يقول لم أر أشهد بالزور من الرافضة

“Saya mendengar As-Syafii mengatakan, ‘Saya belum pernah mengetahui ada kelompok yang paling mudah berdusta melebihi rafidhah (syiah).”

3. Yazid bin Harun Al-Wasithi – salah satu ulama tabi’ tabiin – mengatakan,

يكتب عن كل صاحب بدعة إذا لم يكن داعية إلا الرافضة فإنهم يكذبون

“Boleh ditulis semua hadis dari pelaku bid’ah, selama dia bukan tokohnya. Kecuali rafidhah, karena mereka suka berdusta.”

[Simak 3 keterangan di atas dalam An-Nukat ‘ala Muqadimah Ibnu Sholah, Az-Zarkasyi, 3/399 dan Tadribur Rawi, As-Suyuthi, 1/327].

4. Syarik bin Abdillah – seorang Qadhi Kufah di zaman Imam Abu Hanifah – mengatakan,

أحمل العلم عن كل من لقيت إلا الرافضة فإنهم يضعون الحديث ويتخذونه دينا

“Saya menimba ilmu (hadis) dari setiap orang yang saya jumpai, kecuali rafidhah (syiah). Karena mereka memalsu hadis dan menjadikannya sebagai aturan agama.” (Tadribur Rawi, As-Suyuthi, 1/327).

5. Bahkan hanya sebatas mencela sahabat, hadisnya sudah tidak boleh diterima, karena diduga syiah. Itulah kehati-hatian yang dilakukan Ibnul Mubarok – gurunya Imam Bukhari –, beliau mengatakan,

لا تحدثوا عن عمرو بن ثابت فإنه كان يسب السلف

“Janganlah kalian mengambil hadis dari Amr bin Tsabit. Karena dia melaknat para sahabat.” (Tadribur Rawi, As-Suyuthi, 1/327).

6. Syaikhul Islam mengatakan

وقد اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والإسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف والكذب فيهم قديم ولهذا كان أئمة الإسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب

“Para ulama sepakat, berdasarkan nukilan, riwayat, dan sanad, bahwa rafidhah (syiah) adalah kelompok paling pendusta. Dan dusta bagi mereka, ada sejak masa silam. Karena itu, para ulama islam mengenal ciri khas mereka dengan banyaknya berdusta.” Selanjutnya, Syaikhul Islam menyebutkan beberapa riwayat di atas. (Minhaj As-Sunah An-Nabawiyah, 1/59).

7. Keterangan lainnya dari Ibnu Hazm, dalam karyanya tentang firqah dan kelompok-kelompok yang menisbahkan dirinya kepada islam,

… إنما هي فرق حدث أولها بعد موت النبي صلى الله عليه وسلم بخمس وعشرين سنة …وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر

Rafidhah (syiah) adalah kelompok yang pertama kali muncul 25 tahun setelah meninggalnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam… dan itulah kelompok yang sangat persis denga Yahudi dan Nasrani dalam hal berdusta dan melakukan kekufuran. (Al-Fashl fi Al-Milal wa Al-Ahwa wa An-Nihal, Ibnu Hazm, 1/176).

Dusta Atas Nama Ahlul Bait

Selanjutnya anda bisa menilai klaim mereka sebagai pengikut ahlul bait. Anda bisa menilai kebenaran pengakuan mereka sebagai pemilik riwayat dari Ahlul Bait.

1. Mungkinkah ahlul bait mengajarkan kawin kontrak (nikah mut’ah) yang sama sekali tidak berbeda dengan zina?

Sebagai referensi penilaian, anda bisa simak aturan nikah mut’ah dan tarifnya di Iran:


2. Mungkikah ahlul bait mengajarkan kaum muslimin untuk melaknat Abu Bakar, Umar, Utsman, A’isyah, dan istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?

Sebagai referensi penilaian, anda bisa pelajari:



3. Mungkinkah ahlul bait mengajarkan doktrin bahwa Al-Quran telah berubah? Mungkinkah mereka masih menyimpan Al-Quran, dan tidak diajarkan kepada kaum muslimin yang lainnya dan hanya dimiliki syiah.

4. Mungkinkah ahlu bait mengajarkan kultus kepada para Imam, dan orang shaleh. Sampai memposisikan mereka layaknya Tuhan.

5. Dan mungkinkah ahlul bait mengajarkan umat untuk rajin berdusta?? Sehebat apapun penipu, dia tidak akan pernah mau ditipu.

Masih ada segudang keyakinan aneh syiah, yang dia klaim sebagai ajaran ahlul bait. Anda bisa pelajari di:

www.hakekat.com
www.syiahindonesia.com
atau klik kumpulan artikel tentang Syiah di KonsultasiSyariah.com

Penjelasan Syiah lebih Ilmiah?

Karena itu, sungguh aneh ketika ada orang yang menjadikan keterangan syiah sebagai referensi yang dihargai. Bagaimana mungkin, pendusta dan pembohong bisa menjadi rujukan dalam informasi. Terlebih di saat musim ketegangan antara kaum muslimin dan kelompok syiah.

Lebih menyedihkan lagi, ketika ada orang yang tertipu dan menganggap keterangan tokoh syiah lebih ilmiah. Anda boleh geleng kepala… bohong, dianggap ilmiah. Sayangnya, mereka yang tertipu dengan kebohongan syiah kebanyakan dari kalangan civitas akademik universitas-universitas ‘islam’ (dalam tanda kutip) di Indonesia.

Sebagai contoh, anda bisa saksikan, bagaimana upaya pembelaan mereka terhadap kekejaman pemerintahan Basyar, yang membantai kaum muslimin Suriah.

Beberapa klaim yang sering kita dengar, yang mengunggulkan syiah,

  1.  Syiah penganut ahlul bait
  2. Sunni mendapat riwayat dari sahabat, dan syiah mendapat riwayat dari ahlul bait
  3. Iran musuh besar Amerika & Zionis Yahudi
  4. Iran memiliki bom nuklir yang membuat Amerika & Zionis Yahudi gentar
  5. Iran & Syiah, musuh barat – pembebas palestina
  6. Iran negera islam makmur & berperadaban
  7. Iran pemimpin peradaban islam dunia
  8. Perjuangan sang revolusioner ayatollah Khumaini
  9. Ahmadi Nejad, pemimpin muslimin dunia yang rendah hati
  10. Al-Quran kita sama


Dan sejuta klaim lainnya. Namun sayang, banyak orang yang rela untuk jadi korban kedustaan mereka. Semoga kita tidak termasuk…

Kang Jalal Berdusta

Jika anda mendengar kalimat ini maka benarkanlah. Tokoh sentral syiah indonesia ini, sering sekali menukil dalil atau keterangan ulama dengan cara serampangan. Tidak lain, dalam rangka mengelabuhi masyarakat tentang hakekat syiah. Sekalipun harus memlintir ayat Al-Quran atau hadis, atau keterangan ulama. Yang penting, syiah menang.

Anda bisa simak beritanya di:


Sudah saatnya anda buang jauh-jauh citra orang ini, agar anda tidak termasuk korban penipuannya.

Buku-buku Syiah

Pernahkah anda mendapatkan buku syiah dijual bebas di pasaran? Pernahkah anda membeli referensi asli syiah beredar di toko-toko buku? Bagian ini yang mungkin sering kita lupakan. Mengapa mereka begitu merahasiakan buku-buku dan referensi asli mereka? Informasi dari beberapa rekan yang ingin mencari fakta, merasa kesulitan untuk mendapatkan buku asli karya ulama-ulama syiah Iran. Itulah sikap eksklusif Iran. Dia jauh lebih tertutup dibandingkan Amerika. Seolah, pemerintah Iran berusaha menutup rapat, jangan sampai kaum muslimin dunia mempelajari aqidah, doktrin dan ajaran Syiah Iran. Kecuali jika kita telah menjadi syiah. Kita bisa dengan mudah mendapatkan referensi asli mereka. Tapi sekali lagi…, jika otak kita sudah terinstal program syiah.

Ini berbeda dengan Saudi. Pemerintah Saudi sangat gencar menyebarkan buku-buku gratis ajaran islam yang didakwahkan di Saudi kepada umumnya masyarakat. Mereka begitu terbuka di hadapan kaum muslimin. Seolah Saudi ingin berteriak kepada kaum muslimin, silahkan pelajari seluruh aqidah, doktrin dan ajaran kami. Dan silahkan memberikan penilaian, apakah ajaran kami sesat ataukah sesuai Al-Quran dan sunah. Anda bisa menilai, jika memang prinsip beragama yang diajarkan oleh pemerintah Saudi itu sesat, mereka akan berusaha merahasiakannya, sebagaimana yang dilakukan pemerintah Iran terhadap ajaran Syiah.

Buka Kedok dengan Referensi Asli

Karena itu, ketika seseorang hendak debat dengan syiah, dia wajib mempelajari buku-buku syiah. Referansi asli yang ditulis oleh tangan-tangan tokoh syiah. Tanpa ini, dia hanya akan menjadi bahan tipuan orang syiah yang menjadi lawan debatnya. Sebagaimana yang pernah terjadi pada salah satu dai di Jogja, hingga akhirnya dia mengikuti Syiah.

Dengan buku asli, ketahuan kedoknya. Di situlah syiah tidak bisa mengelak. Mereka tidak bisa mengelabuhi. Karena wajah asli syiah, ada dalam karya tokoh aliran sesat ini. Sekalipun sejuta kemunafikan untuk menutupi dirinya, dia tidak akan bisa mengelak jika ditunjukkan ucapan tokohnya.

Sungguh betapa capeknya dakwah melawan syiah. Karena doktrin yang paling berbahaya yang mereka miliki: taqiyah, yang hakekatnya adalah kemunafikan. Semoga Allah melindungi kita dari kelompok munafik, yang menjadi musuh dalam selimut bagi kaum muslimin ini.

Allahu a’lam

/konsultasisyariah.com