Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Jarak Safar 15 Km Disepakati Dapat Meng-Qashar Shalat?

PERTANYAAN: Saya bingung adanya perbedaan pendapat mengenai safar sejauh 15 KM ada yang di-qashar dan ada yang tidak katanya itu merupakan ijma’. PD. Persis Subang.


Tidak perlu bingung, Rasulullah saw. Meng-qashar salat Ashar beliau di Zulhulaifah dan jarak kepergian beliau dari Madinah ke Zulhulaifah itu lebih kurang 5 Km. Dengan demikian 15 Km tentu sudah lebih utama di qashar, akan tetapi bila melakukan salat itu dengan tam (tetap empat rakaat), maka salatnya sah.

Di dalam sebuah hadis diterangkan demikian :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَصَلَّى الْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ

Dari Anas bin malik r.a bahwasannya Rasulullah saw. Salat Zuhur di madinah empat rakaat dan salat Ashar di Zulhulaifah dua rakaat.” Sahih Al-Bukhari, IV : 43 dan Sahih Muslim, II : 144.

Jadi, jarak safar 15 Km disepakati adanya meng-qashar salat.(Ustadz Wawan Shofwan, anggota Dewan Hisbah PP. Persis) [rh/persatuanislam.or.id/pajagalan.com