Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Denny JA: Belum 100 hari, Jokowi Sudah 'Blunder' Empat Kali

Denny JA: Belum 100 hari, Jokowi Sudah 'Blunder' Empat Kali

Pendiri Lembaga Survey Indonesia yang juga pendukung Jokowi di masa Pilpres 2014, Denny Januar Ali, berkicau soal 'blunder Presiden Jokowi'. Melalui akun twitternya, @DennyJA_WORLD, ia menyoroti beberapa tindakan dan keputusan presiden, termasuk pemilihan jaksa agung dari partai politik.

Berikut isi kultwitnya:

1) Ada apa dengan Jokowi? Belum 100 hari pemerintahannya, ia sudah membuat empat blunder.

2) Blunder keempat: penunjukan Jaksa Agung berasal dari partai politik. Puncak tertinggi penegakkan hukum tak membuat publik nyaman.

3) Penunjukkan jaksa agung ini dapat menjauhkan Jokowi dari pendukung utamanya: aneka civil society yg sangat concern dgn penegakkan hukum.

4) Blunder ketiga adalah saat menaikkan harga BBM dalam waktu yang tidak tepat. Saat ini harga minyak dunia justru turun. 5) Blunder BBM ini menjauhkan Jokowi dari pendukung tradisionalnya: wong cilik.

6) Dari Pilpres Juli lalu, karena wong cilik ini Jokowi menang tipis atas Prabowo. Kini sebagian wong cilik mulai menjauh dari Jokowi. 7) Blunder kedua adalah ketika Jokowi menjanjikan kabinet "non-transaksional, the dream team." Publik sangat merindukannya terwujud.

8) Yang terjadi, kabinet "as usual," penuh dengan transaksi dan kompromi. Banyak yg bukan "the right person in the right place." 9) Blunder pertama adalah janji membentuk kabinet ramping. Cukup lihat di google mengenai janji kampanye itu.

10) Publik sudah membayangkan reformasi yg akan dilakukan Jokowi atas jumlah kementrian, membuatnya lebih ringkas dan efektif. 11) Yang terjadi kembali kabinet "as usual" yang sama banyaknya dengan kabinet presiden SBY. Beda antara janji dan realisasi. [Republika]