Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Innocence of Muslims - Film Menghina Nabi SAW dan Para Sahabat

Teriris perih rasanya saat melihat trailer film Innocence of Muslims di Youtube, dimana digambarkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang haus darah dan gila wanita dan Alquran hanya karangan sang Nabi untuk kepentingan pribadi. Tentu saja gambaran film laknat tersebut jauh berbeda dengan kenyataan sejarah yang diakui baik oleh ahli sejarah intern umat Islam maupun ahli sejarah dunia.

Innocence of Muslims - Film Menghina Nabi SAW dan Para Sahabat
Seperti dilansir oleh Independent.co.uk, film berdurasi 2 jam tersebut melibatkan 59 aktor dan 45 teknisi dengan dana 5 juta dollar setara 45 miliar rupiah dibuat oleh seorang bernama Sam Bacile pengembang real-estate berkebangsaan Israel dan tinggal di California, Amerika Serikat.

Sam Bacile mengaku sebagai produser, sutradara sekaligus penulis naskah film laknat tersebut. Dia menyatakan dana pembuatan film tersebut dari 100 donatur Yahudi meski hal ini belum dibuktikan. Associated Press menyebutkan dia berumur 56 tahun sedangkan Wall Street Journal menyebutkan dia berumur 52 tahun.

Ketika di wawancara melalui telepon tentang film kontroversinya tersebut dia menyatakan "Islam adakan penyakit Kanker!" dan ketika diberitahu padanya tentang kontroversi filmnya yang mengakibatkan Embassy (duta besar) Amerika di Libya, Chris Stevens beserta 3 orang staffnya mati terbunuh akibat demontrasi film yang dibuatnya, namun dengan santai dia menyatakan, "I feel the security system (at embassies) is no good. America should do something to change it." (Saya rasa sistem keamanan -kedutaan- saja yang tidak baik. Amerika harus melakukan sesuatu untuk mengubahnya.)

Dilansir dari CNN dan Fimadani News, para aktor yang terlibat di film Innocence of Muslims tersebut setelah diberitahu bahwa film mereka menyulut demonstrasi besar-besaran diberbagai belahan dunia dan mengakibatkan duta besar Amerika untuk Libya beserta 3 staffnya mati di bom, mereka merasa terkejut dan dalam surat bersama mereka menyatakan, "Seluruh kru dan pemain sangat sedih dan merasa dimanfaatkan oleh produser. Kami 100 persen tidak berada di balik film ini dan telah diperdaya. Kami kaget dengan penulisan ulang naskah dan kebohongan yang mereka katakan kepada kami. Kami sedih atas tragedi yang disebabkannya," tulis pernyataan bersama para kru film tersebut.

Salah seorang pemain yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa mereka pertama kali di-casting pada Juli 2011. Produser kala itu mengaku akan menggarap film berjudul “Desert Warrior”, sebuah film sejarah Arab di gurun.

Dia mengatakan, pada naskah awal tidak ada karakter Nabi Muhammad. Naskahnya diubah oleh produser, menuai protes dari para pemain. Kepada para kru, Bacile yang kini bersembunyi mengatakan bahwa perubahan naskah dibuat agar para Muslim berhenti membunuh.

Karakter Nabi Muhammad pada naskah awal tertulis bernama George. Pemain juga menyebutkan nama “George” bukan “Muhammad” saat syuting. Namun usai syuting, mereka diminta mengambil suara, mengucapkan kata “Muhammad” yang ternyata digunakan dalam film.

Staf produksi yang mengaku memiliki naskah asli juga menegaskan bahwa film tersebut awalnya tidak ada hubungannya dengan Muhammad dan Islam.

“Saya tidak akan pernah terlibat dalam film yang mengakibatkan seseorang terluka. Saya mual saat menyadari bahwa saya terlibat dalam film yang menyebabkan seseorang tewas,” kata seorang aktris.

Trailer film tersebut diunggah di laman Youtube dan langsung menuai kecaman. di Mesir dan Libya ribuan massa menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk Libya tewas diroket bersama dengan dua orang stafnya. AS langsung menurunkan marinir ke Benghazi untuk membantu mengamankan situasi dan mencari pelaku pembunuhan tersebut.

Semua negara Muslim tentu mengutuk film tersebut tak terkecuali Indonesia melalui perwakilan Depkominfo meminta pihak Youtube untuk memblokir film tersebut meski pada kenyataannya film tersebut masih ada hanya diberi tanda "The following content has been identified by the YouTube community as being potentially offensive or inappropriate. Viewer discretion is advised." dan masih bisa dibuka jika mengklik tombol Continue.

UPDATE: 15/9/2012 film Innocence of Muslims - Film Menghina Nabi SAW dan Para Sahabat telah diblokir untuk wilayah Indonesia.

Innocence of Muslims - Film Menghina Nabi SAW dan Para Sahabat

0 Response to "Innocence of Muslims - Film Menghina Nabi SAW dan Para Sahabat"