Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Tahiyatul Masjid Pada Waktu yang Dilarang

Ada sebagian anggota masyarakat yang biasa mengerjakan shalat tahiyyatul masjid pada waktu tahrim. Seperti, ketika masuk masjid, padahal ia telah shalat ashar. Dan waktu tahrim lainnya seperti sesudah shalat subuh sebelum matahari terbit, saat matahari terbit, saat berada di tengah dan terbenam. [Jama’ah Masjid Agung Jami Sultan Muhammad Tsafiuddin, Sambas.]

Sebenarnya waktu yang terlarang untuk shalat ada tiga:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ {ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ تُصَلِّيَ فِيْهِنَّ. وَأَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَـتَّي تَزُوْلَ الشَّمْسُ وَحِيْنَ تَتَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوْبِ} رواه مسلم


Dari 'Uqbah bin 'Amr, ada tiga waktu yang Rasulullah Saw, larang kami bershalat padanya dan larang kami tanam mayit-mayit kami padanya, ketika sedang terbit hingga tinggi ia dan ketika tegak panas yang terik hingga tergelincir matahari, dan ketika hampir matahari terbenam.

Adapun shalat yang terlarang ba'dal 'ashri dan ba'das shubhi adalah shalat rowatib. Jadi artinya tidak ada shalat rowatib setelah ashar dan setelah shubuh.

1 Response to "Tahiyatul Masjid Pada Waktu yang Dilarang"

  1. Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the DVD e CD, I hope you enjoy. The address is http://dvd-e-cd.blogspot.com. A hug.

    BalasHapus