Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Ma'na Isrof Dalam Surat Al-A'rof

Mohon tafsir dari “berlebih-lebihan” yang terdapat dalam surat al-A’raf ayat 31. [Iin Sopian, Subang.]

Al-Qur’an Surat Al-A’rof Ayat 31 tersebut adalah:

يَـا بَنِي آدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُـلِّ مَسْجِدٍ وِكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلاَتُسْرِفُوْا إِنَّـهُ لاَيُحِبُّ اْلمُسْرُفِيْنَ


"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap akan memasuki masjid, makanlah dan minumlah. Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."


Yang dimaksud dengan isrof (berlebihan) adalah yang melewati batas ketentuan. Isrof dalam berpakaian tidak sesuai dengan syariat Islam. Misalnya tidak menutup aurat, tidak memakai pakaian yang bersih, berpakaian yang tidak sopan dan tidak layak di hadapan Allah, atau memakai pakaian karena sombong dan ingin dipuji orang.

Isrof dalam makan dan minum; Misalnya menahan lapar dan dahaga padahal makanan tersedia dan tidak terlarang. Terlalu banyak makan dan minum sehingga melebihi duapertiga isi perut (makan-minumlah pada waktunya dan berhentilah ketika kenyang). Makan-minum dengan senang sampai kenyang sementara tetangga kelaparan. Makan dan minum yang tidak thoyib (yang tidak bernamfaat).

2 Responses to "Ma'na Isrof Dalam Surat Al-A'rof"

  1. kalau ada jamaah persis yang sedikit sedikit mengomentari tetangga dan saudara saudara muslim yang lain di masjid tempat tinggalnya,.... ini bid'ah itu bid'ah,.....sampai sampai jamaah masjid yang lain bukannya simpati tapi malah kesel dan kotor hate,...bahkan jadi benci sama persis,....apakah yang demikian juga termasuk isrof ya ustadz?
    semoga ustad menjawabnya juaga tidak berlebihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. kami rasa hal tersebut memang terlalu berlebihan namun tentu tidak termasuk dalam kategori isrof yang dimaksud dalam surat di atas. Hanya saja memang sifat seperti seharusnya tidak dikedepankan, melainkan tawasaudbil haq watawasaubis shobr dengan cara sopan dan santun seperti yang tertuang dalam ayat Allah, "wajaadilhum billati hiya ahsan" atau "ruhamaau bainahum". Jadi prinsip yang seharusnya dikedepankan adalah "kasih sayang" terhadap sesama muslim meskipun berbeda pemahaman dalam Islam.

      Wallahu a'lam...

      Hapus