Wa'bud Rabbaka Hatta Ya'tiyakal Yaqien

Keutamaan Shaum

Oleh: Salim Al-Hilaaly

Firman Allah, "Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]:184). Rasulullah Saw., menjelaskan bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah Swt., telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, keutamaan yang agung; dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih berikut ini,

1. Puasa Adalah Perisai [Pelindung].
Rasulullah Saw., menyuruh orang yang sudah kuat syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa' (memutuskan) bagi syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol, menenangkan seluruh anggota badan, serta seluruh kekuatan (yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang dzahir dan kekuatan bathin.

Oleh karena itu Rasulullah Saw., bersabda, "Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah (mampu dgn berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya." (HR. Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Rasulullah Saw., telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi dengan syahwat. Sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang puasa dari neraka. Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka.

Rasulullah Saw., bersabda, "Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan dijauhkan dari neraka sejauh tujuh puluh musim." (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. 70 musim yakni perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48].

Rasulullah Saw., bersabda, "Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka." [HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits yang shahih].

Dan Rasulullah Saw., bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi." (HR. At-Tirmidzi no. 1624 dari hadits Abi Umamah).

Sebagian ulama memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dzahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan wajah Allah Swt., sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Saw., termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

2. Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga.
Dari Abu Umamah ra., katanya, Aku berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga? Beliau menjawab, berpuasalah! Tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu." (HR. Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih)

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah Saw., bersabda, "Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa (Baginya pahala yang terbatas, kecuali puasa karena pahalanya tidak terbatas), karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, 'Aku sedang berpuasa. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk, orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya." (Bukhari 4/88, Muslim no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari)

Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan), "Meninggalkan makan, mi-num dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya.

Di dalam riwayat Muslim, "Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Swt., berfirman, Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku. Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau misk."

3. Puasa dan Alquran Akan Memberi Syafa'at di hari Kiamat.
Rasulullah Saw., bersabda, “Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata, 'Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa'at karenaku.' Alquran pun berkata, 'Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa'at karenaku.' Rasulullah Saw., bersabda, 'Maka keduanya akan memberi syafa'at'.”

4. Puasa Sebagai Kafarat.
Diantara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah; Allah menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, kafarat bagi yang tidak mampu memberi kurban. (QS. Albaqarah [2]:196). Kafarat bagi pembunuh orang kafir. (QS. An-Nisaa [4]:92). Yang punya perjanjian karena membatalkan sumpah. (QS. Al-Maidah [5]:89), atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram dan sebagai kafarat zhihar. (QS. Al-Mujaadiliah [58]:3-4)

Demikian pula, puasa dan shada-qah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari harta, keluarga dan anaknya. Dari Hudzaifah ra., Rasulullah Saw., bersabda, "Fitnah pria dalam keluarga (isteri), harta dan tetangganya, bisa diha-puskan oleh shalat, puasa dan shadaqah." (HR. Bukhari 2/7, Muslim 144)

5. Ar-Rayyan.
Dari Sahl bin Sa'ad ra., dari Nabi Saw., (bahwa beliau) bersabda, "Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya." (HR. Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903) []

Buletin Jum'at Pajagalan
Edisi: 08/Th I/9 Ramadhan 1428 H - 21 September 2007 M


0 Response to "Keutamaan Shaum"