$type=carousel$cols=3

Menjadi Pribadi Mu'aafan

Ringkasan Khutbah Jum'at Masjid Pajagalan, 10 Agustus 2007 Oleh: KH. Ikin Shodikin Rasulullah Saw banyak menggunakan bahasa Arab secar...

Ringkasan Khutbah Jum'at Masjid Pajagalan, 10 Agustus 2007
Oleh: KH. Ikin Shodikin


Rasulullah Saw banyak menggunakan bahasa Arab secara urfi (adat dan kebiasaan) para sahabat pun memahaminya, tetapi dalam beberapa kesempatan lain kadang mereka tidak memahami bahasa Arab yang diungkapkan Rasulullah Saw. Seperti halnya orang Sunda yang mengerti bahasa Sunda, tetapi ketika mendengar ungkapan dalam bahasa Sunda banyak yang tidak memahami ungkapan itu padahal sama diungkapkan dengan bahasa Sunda.

Pada suatu kesempatan Rasulullah mengungkapkan salah satu firman Allah, Innaladzina 'amanu walam yalbisu imanahum bidzulmin, Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kedzaliman. Para sahabat bertanya, “Bila demikian siapa diantara kami yang tidak pernah dzalim?” Dalam arti mereka memahami dzalim berdasarkan urfi. Rasulullah Saw menjelaskan bahwa yang dimaksud dzalim pada ayat tersebut adalah Syirik. Ternyata penggunaan istilah semacam ini belum menjadi baku dan berlaku di kalangan orang-orang Arab.

Pada suatu saat Rasulullah Saw mengungkapkan kata-kata Yadun (tangan) dalam arti urfi adalah salah satu anggota badan tapi ketika sudah menjadi ungkapan tentu akan menjadi berbeda penggunaannya. Rasulullah ditanya oleh istri-istrinya, Siapa diantara kami yang paling dahulu wafat setelah engkau? Rasul menjawab, Athwalu kunna yadain, yang paling panjang tangan diantara kalian. Ketika Rasulullah wafat, istri-istri beliau berkumpul saling megukur siapa diantara mereka yang paling panjang tangan, ternyata ummu salamah, tapi pada kenyataannya yang paling dahulu wafat adalah Zainab binti Jahsyi. Barulah mereka paham bahwa panjang tangan yang dimaksud Rasulullah adalah yang paling banyak shadaqah, bukan secara urfi.

Kalau kita memperhatikan kenapa Rasulullah dalam satu kesempatan menggunakan kata mayyitun tapi dalam kesempatan lain beliau menggunakan kata mayitatun, padahal kejadiannya sama, peristiwa kematian yang menimpa makhluk hidup. Kenapa mayitatun digunakan dan diungkapkan secara mutlak untuk hayawanaat (makhluk hidup), tapi mayitun digunakan untuk manusia. Barangkali meskipun manusia termasuk jenis hayawanat, tetapi jelas bahwa manusia tidak sama dengan hayawanat secara mutlak.

Pada suatu saat ada ungkapan yang berbeda, dalam Alquran sering diungkapkan kata-kata Yaa Ayyuhan Nas apakah akan berubah ungkapan Nas ketika diungkapkan dua kali, Yaa Ayyuhan Nas Nas. Kalau Yaa Ayyuhan Nas dalam Alquran adalah wahai manusia, tetapi yang dimaksud Yaa Ayyuhan Nas Nas sudah berubah, seperti dalam satu makalah dikatakan Dzahaban nas wa baqiya nas nas, apabila manusia sudah hilang sifat kemanusiaannya maka yang tersisa merupakan orang-orang hutan yang seperti manusia atau manusia yang seperti orang hutan. Barangkali ini perbedaan antara Yaa Ayyuhan Nas dan Yaa Ayyuhan Nas Nas.

Pada suatu hari keranda jenazah yang diusung menuju Baqi (tempat pemakaman umum) lewat didepan Rasulullah. Beliau berkata pada para sahabat; ada dua kemungkinan mayit ini apakah dia mustariihun atau mungkin mustaraahun minhu. Pada saat itu para sahabat merasa heran dan bertanya, Maa mustariihu wa maa mustaraahu minhu? Apa yang dimaksud dengan mustariih dan mustaraahu minhu? Rasulullah menjawab, hamba yang mu'min lagi taqwa bila mengalami al-Mautu (kematian) mereka itu akan mustariihun (beristirahat) dari kelelahan, keletihan, dan kepenatan dunia. Sedangkan hamba yang durhaka, maka yang istirahat bukan dia, tapi mustaraahu minhu manusia-manusia disekitarnya yang istirahat bahkan lingkungan, pepohonan serta hewan-hewan pun istirahat dari gangguan dia.

Maka sabda Rasulullah Saw diatas hakikatnya bukan memberitahu para sahabat tetapi terkandung makna insa'i (satu sisi berupa berita dan sisi yang lain berupa larangan). Kunuu mustariihan walaa takunuu mustaraahan minhu, jadilah engkau pribadi yang mustariih jangan menjadi pribadi yang mustaraah minhu. Sebab bagaimanapun akan timbul akibat-akibat selanjutnya, karena pada hakikatnya kematian manusia bukanlah merupakan akhir dari kehidupan tetapi hanya istirahat sementara untuk melanjutkan kehidupan berikutnya.

Dalam kesempatan lain Rasulullah Saw mengungkapkan bahwa pada suatu saat ada yang hanya sekedar mu'min tetapi ada juga yang lebih daripada itu, al-mu'minu taqiyu (mu'min lagi taqwa). Hal ini barangkali dapat kita pahami, Alquran sendiri mengungkapkan menjadi hudan (petunjuk) bukan lilmu'minin tetapi hudan lilmuttaqiin. Dalam ayat lain diterangkan, innama yataqobbalullahu minal muttaqiin, bukan minal mu'minin. Apabila demikian ternyata yang dimaksud dengan ahlunnar (ahli neraka) bukanlah orang-orang kufur, meskipun kita sering berprasangka bahwa yang dimaksud dengan ahlunnar itu adalah mereka, padahal justru ahlunnar itu adalah orang-orang mu'min.

Oleh karenanya, Rasulullah Saw pernah menyatakan, seluruh umatku akan mendapatkan afwun (ampunan) Allah kecuali mereka yang berprilaku mujaharah (mereka yang secara terang-terangan melakukan perbuatan ma'shiyat).

Suatu saat orang tidak malu lagi melakukan perbuatan ma'shiyat bahkan tidak mustahil merasa bangga. Hal seperti inilah barangkali yang dimaksud oleh Allah dan Rasul-Nya, Almujaharah itu ialah seseorang melakukan suatu perbuatan yang buruk pada malam hari -yang perbuatan itu ditutupi oleh Allah- tetapi pada pagi harinya justru dia sendiri yang menyebarluaskan, membuka aib sendiri, “Malam tadi saya mencuri ayam.”

Memang ada tiga ungkapan bahwa; perbuatan itu perlu dengan taubat, kedua dengan istighfar tetapi ketiga ada karunia Allah berupa afwun tanpa amal shaleh, Allah menurunkan karunia-Nya dan itulah yang dimaksud kata Allah, “Seperti pada waktu didunia Aku menutupi perbuatan itu maka pada hari ini Aku akan mengampuni perbuatan itu.” Tetapi dalam hal ini Ibnu Bathol mengatakan, kenapa Aljahru fi ma'shiyati (terang-terangan melakukan perbuatan ma'shiyat) tidak akan mendapatkan afwun dari Allah karena mereka menganggap enteng akan hak Allah, hak Rasul, dan termasuk pelecehan kepada pribadi-pribadi mu'min yang shaleh.

Maka kesimpulan di atas jelas bahwa pelanggaran yang dilakukan pribadi mu'min itu ada dua macam; pertama, pelanggaran yang langsung dengan Allah, kedua pelanggaran dengan sesama manusia.

Pelanggaran dengan Allah besar harapan akan dimaafkan tetapi pelanggaran dengan sesama manusia inilah yang perlu kita perhatikan.

Apabila pelanggaran dengan sesama manusia tidak pernah ditahalulkan didunia, maka pasti akan terbawa diakhirat dan inilah yang akan terjadi qishos (balasan-balasan) dari perbuatan yang buruk itu.

Mudah-mudahan kita termasuk pribadi-pribadi yang mu'aafan (pemaaf) seandainya kita melakukan kesalahan-kesalahan tertentu.***

KOMENTAR

Kirimi saya artikel Pajagalan! Untuk langganan artikel keislaman Pajagalan.com via Feed Klik Disini, atau jika Anda ingin dikirim email tentang berita dan update artikel Pajagalan.com silakan masukkan email Anda dibawah dan ikuti petunjuk selanjutnya.
Nama

Aam Amiruddin,3,Adab Berada dalam Masjid,2,Adab Di Majelis,1,Adab Di Majlis,1,Adab di Masjid,2,Adab Islami,9,Adab Menuntut Ilmu,2,Adab Penuntut Ilmu,1,Adab Terhadap Allah,1,Adab Terhadap Allah Azza wa Jalla,1,Adab Terhadap Ayah Bunda,1,Adab Terhadap Ibu Bapak,1,Adab Terhadap Orang Tua,1,Akhlak Islami,1,Aliran Sesat,1,Amin Saefullah Muchtar,2,Android,1,apakah hormat bendera haram,1,Aplikasi,1,Aqidah,1,Artikel,44,Artikel Adab,1,artikel fikih,2,artikel fiqh,2,artikel Islam,23,Artikel Kiriman,46,Artikel Ramadhan,9,Artikel Siyasah,2,artikel tahajud,1,Artis Jadi Nabi,1,Artis Nabi,1,Artis Teladan,1,Awal Ramadhan,2,Baiti Jannati,10,Berita,31,Berita Persatuan Islam,2,Biografi,9,Buku,19,Bulughul Maram,1,Cerita Renungan,9,Dari Redaksi,5,Dewan Hisbah,10,Dewan Hisbah PP Persis,11,Diary Islami,1,Download,12,Download MP3 Alquran,2,Dunia Islam,6,Ekonomi dan Bisnis,4,Essay,1,Fatwa Dewan Hisbah,11,Fatwa Dewan Hisbah Persatuan Islam,10,Fatwa Dewan Hisbah Persis,10,Featured,6,Film Umar bin Khattab,32,Fiqh Ibadah,10,Hadits,2,hukum bendera negara,1,hukum mengangkat tangan hormat bendera,1,hukum menghormat pada bendera,1,Ibadah,4,Ibadah dan Muamalah,5,Iedul Fitri,2,Informasi,1,Internasional,13,Istifta,31,Istiqro',6,Jadwal Puasa,1,Jadwal Shaum,1,Jihad PP Persis,13,Kajian,28,Kajian Ramadhan,8,Kesehatan,1,Khazanah,1,Khutbah,19,Kisah Adam menurut alquran,1,Kisah dalam Alquran,2,Kisah Hud menurut alquran,1,Kisah Idris menurut alquran,1,Kisah Ishaq menurut alquran,1,Kisah Ismail menurut alquran,1,Kisah Lengkap Nabi Adam,1,Kisah Lengkap Nabi Hud,1,Kisah Lengkap Nabi Idris,1,Kisah Lengkap Nabi Ishaq,1,Kisah Lengkap Nabi Ismail,1,Kisah Lengkap Nabi Luth,1,Kisah Lengkap Nabi Nuh,1,Kisah Lengkap Nabi Shalih,1,Kisah Luth menurut alquran,1,Kisah Nabi,8,Kisah Nuh menurut alquran,1,Kisah Shalih menurut alquran,1,Kitab,1,Kolom Hikmah,7,Kolom Motivasi,8,Kristologi,1,kumpulan fatwa dewan hisbah persis,10,Kurban,2,MBC,1,MPI,2,Musik Islami,7,Muslimah,6,Nabi Adam,1,Nabi Adam dalam Alquran,1,Nabi Hud,1,Nabi Hud dalam Alquran,1,Nabi Idris,1,Nabi Idris dalam Alquran,1,Nabi Ishaq,1,Nabi Ishaq dalam Alquran,1,Nabi Ismail,1,Nabi Ismail dalam Alquran,1,Nabi Luth,1,Nabi Luth dalam Alquran,1,Nabi Nuh,1,Nabi Nuh dalam Alquran,1,Nabi Shalih,1,Nabi Shalih dalam Alquran,1,Nasional,11,Oase Iman,38,Penerbit Jabal,4,Pengajian Ahad Viaduct,13,Pengajian Pajagalan,2,pentingnya sholat dhuha,2,Percikan Iman,2,Persatuan Islam,5,Politik,1,Politik Islam,2,Profil,1,qiaymul lail,1,Quran dan Hadits,12,Qurban,1,Redaksi,4,Resensi Buku,2,RG-UG,1,Ringkasan Khutbah,7,Ringkasan Khutbah Jum'at,15,Sejarah Islam,5,shalat malam,1,shalat tahajud,1,Shiddiq Amien,13,sholat dhuha,1,Sholat Rawatib,1,Sholat Sunnat,1,Shop,19,Sigabah.com,4,Siyasah,2,Suara Santri,1,Surat Edaran PP Persis,2,Sya'ban,1,Syaaban,1,Syiah Bukan Islam,7,Tanya Jawab Bersama Ust Aam,11,tanya jawab islam,12,Tanya Jawab Seputar Bulan Ramadhan,9,Tazkiyatun Nafs,7,The Epic Series Omar,27,Tibbun Nabawi,1,Tsaqofah,2,Umar bin Khattab Series,5,Video,55,
ltr
item
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan: Menjadi Pribadi Mu'aafan
Menjadi Pribadi Mu'aafan
Pajagalan.com | Buletin Masjid Pajagalan
http://www.pajagalan.com/2007/08/menjadi-pribadi-muaafan.html
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/
http://www.pajagalan.com/2007/08/menjadi-pribadi-muaafan.html
true
4605599093145502030
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selanjutnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home Halaman Artikel Lihat Semuanya REKOMENDASI UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang Anda cari Kembali Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Maintenance by Hakimtea | Blogger Bandung